Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

KUHP dan KUHAP Baru Harus Terimplementasikan di Masyarakat

21 September 2026

Akurasi DTSEN Menentukan Ketepatan Kebijakan dan Bantuan

20 September 2026

DPR Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Kewenangan dalam RUU Perampasan Aset

20 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • KUHP dan KUHAP Baru Harus Terimplementasikan di Masyarakat
  • Akurasi DTSEN Menentukan Ketepatan Kebijakan dan Bantuan
  • DPR Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Kewenangan dalam RUU Perampasan Aset
  • BNI Gandeng Pajakind, Integrasikan Layanan Perbankan dan Pajak untuk UMKM
  • Polri-Komdigi Perlu Gandeng Tiktok dan Meta Berantas Live Streaming Tawuran
  • Masuk 4 Besar Fortune Indonesia 100, Astra Raih Penghargaan Perusahaan dengan Karyawan Terbanyak
  • BNI Dekatkan Layanan Digital dengan Mahasiswa Lewat Jatinangor Music Fest
  • Penembakan Sopir oleh OPM Mengancam Keselamatan Warga Sipil
Selasa, September 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Akurasi DTSEN Menentukan Ketepatan Kebijakan dan Bantuan

Akurasi DTSEN Menentukan Ketepatan Kebijakan dan Bantuan

redaksiBy redaksi20 September 2026Updated:21 September 2026 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti menekankan pentingnya ketelitian dalam pengolahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ketelitian itu menjadi salah satu basis pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik dan menentukan sasaran berbagai program bantuan.

Menurutnya, ketidakakuratan data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk dalam memperoleh dukungan di bidang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan My Esti dalam sambutannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Statistik Komisi X DPR RI di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, 17 September 2026.

DTSEN merupakan data hasil integrasi Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta berbagai data administratif dan kependudukan lainnya.

My Esti mengibaratkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai ‘dapur’ yang mengolah berbagai sumber data menjadi informasi yang digunakan pemerintah. Karena itu, proses pengolahan dan integrasi data harus dilakukan secara cermat agar menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam kerangka ini BPS berperan sebagai dapur. Bagaimana dapur ini bekerja? Ya menyajikan masakan yang enak, yang lezat, sesuai dengan standar rasa yang ada. Dan jangan sampai keracunan karena salah di dalam meramu masakannya. Itu perumpamaan dalam penyusunan integrasi data tersebut,” kata My Esti dalam keterangannya, Jakarta, Minggu, 20 September 2026.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan kualitas data memiliki arti penting dalam penyelenggaraan kebijakan pendidikan. Data yang akurat diperlukan untuk menentukan penerima bantuan, lokasi penyaluran, besaran dukungan, hingga evaluasi keberhasilan program pemerintah.

“Dalam konteks pendidikan, kualitas data sangat menentukan siapa yang memperoleh bantuan, di mana bantuan diberikan, berapa besar dukungan yang diperlukan, serta bagaimana pemerintah mengevaluasi keberhasilan suatu program. Karena itu, akurasi data pada akhirnya berkaitan langsung dengan keadilan dalam memperoleh, salah satunya, layanan pendidikan,” katanya.

My Esti kemudian menyoroti kasus seorang warga Kulon Progo yang dikenal dengan nama Pak Timbul, seorang tukang becak yang tercatat dalam desil 9. Kondisi tersebut sempat menimbulkan persoalan karena status desil dapat memengaruhi akses terhadap bantuan pemerintah, termasuk dukungan pendidikan bagi anaknya yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurut dia, persoalan tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa mekanisme pemutakhiran data harus mampu merespons perubahan dan temuan di lapangan secara cepat. Ia mengapresiasi tindak lanjut BPS Kabupaten Kulon Progo terhadap kasus tersebut, namun mendorong adanya evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

My Esti meminta BPS Kabupaten Kulon Progo melakukan pemutakhiran data secara berkala sekaligus menyediakan mekanisme sanggah yang mudah dan responsif bagi masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data.

“BPS Kulon Progo perlu melakukan pemutakhiran data secara cepat dan responsif, sehingga kasus-kasus yang terjadi di lapangan bisa kita antisipasi dengan baik. Kasihan kalau harus menunggu sampai tiga bulan untuk sanggah. Padahal mereka butuh beras, apalagi yang mau kuliah. Kampusnya sudah mau tutup,” tegasnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

KUHP dan KUHAP Baru Harus Terimplementasikan di Masyarakat

DPR Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Kewenangan dalam RUU Perampasan Aset

Polri-Komdigi Perlu Gandeng Tiktok dan Meta Berantas Live Streaming Tawuran

BNI Dekatkan Layanan Digital dengan Mahasiswa Lewat Jatinangor Music Fest

Penembakan Sopir oleh OPM Mengancam Keselamatan Warga Sipil

Ambang Batas Parlemen 5 Persen Proporsional dan Relevan

Berita Terkini

KUHP dan KUHAP Baru Harus Terimplementasikan di Masyarakat

21 September 2026

DPR Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Kewenangan dalam RUU Perampasan Aset

20 September 2026

BNI Gandeng Pajakind, Integrasikan Layanan Perbankan dan Pajak untuk UMKM

19 September 2026

Polri-Komdigi Perlu Gandeng Tiktok dan Meta Berantas Live Streaming Tawuran

19 September 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?