Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Fikri Faqih Tegaskan Perlunya Perubahan Paradigma dalam UU Pariwisata

Fikri Faqih Tegaskan Perlunya Perubahan Paradigma dalam UU Pariwisata

redaksiBy redaksi29 Juni 2024Updated:5 Juli 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan paradigma dalam penyusunan RUU terkait perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan harus diubah.

Perubahan tersebut terkait bagaimana dari yang bersifat wisata yang berorientasi pada jumlah (mass tourism) menjadi wisata yang berorientasi pada kualitas (quality tourism), sebagaimana menjadi semangat dalam perubahan UU tersebut.

“Memang harus ada perubahan paradigma karena dulu  pada masa pemerintahan sebelumnya  dan juga sebelum Covid-19 kita ini lebih mementingkan jumlah turis. Sehingga, mass tourism target kita 20 juta (orang) dan sekarang sudah tidak lagi karena lebih menuju ke quality tourism,” ujar Abdul Fikri usai melakukan Kunjungan Kerja Panja RUU Kepariwisataan di Universitas Ciputra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/6/2024).

Politisi Fraksi PKS tersebut juga menjelaskan apabila pemerintah mendorong quality tourism di sektor kepariwisataan, maka akan banyak sekali dampak positif yang diberikan. Salah satunya mengangkat perekonomian dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Quality tourism itu kalau dari sisi jumlah barangkali kita harus melihat dampak ekonomi, spending money, length of stay, dan sebagianya. Sehingga mengangkat perekonomian Indonesia dan khususnya di destinasi wisata lokal. Kemudian, dari sisi lingkungan berkelanjutan agar bagaimana supaya itu jadi destinasi wisata namun tidak merusak lingkungan. Sehingga, (pariwisata) kita tidak hanya memenuhi kebutuhan orang sekarang tapi generasi yang akan datang juga (harus) diperhatikan,” jelas Abdul Fikri.’

Politisi Dapil Jawa Tengah IX itu menerangkan ada yang menarik dari pertemuan dengan Universitas Ciputra dalam pengembangan Pendidikan Vokasi sektor pariwisata, yaitu dengan cara mengubah pandangan pariwisata dengan skema business as usual yang selama ini sering terdengar.

”Pariwisata dan Ekonomi Kreatif cenderung melestarikan, menikmati, memanfaatkan dan mengembangkan, istilahnya ‘business as usual’ sesuai dengan kewenangan di pusat, provinsi dan kabupaten kota begitu saja. Tetapi di Universitas Ciputra ini kita mendapatkan kesimpulan bahwa kalau Pendidikan Vokasi itu kan (punya prinsip) BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan studi, dan Wirausaha). Tetapi, kalau di sini kewirausahaan jadi di depan. Sehingga, ini yang mungkin belum mendapatkan porsi yang cukup dengan kalimat-kalimat atau pasal dan bab di Revisi UU (Kepariwisataan). Sekarang ini perlu ditekankan bagaimana caranya supaya Pendidikan kepariwisataan itu orientasinya ke (persoalan) kewirausahaan (harus) lebih besar,” tambahnya.

Abdul Fikri berharap di masa yang akan datang sektor pariwisata bisa menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Hal itu dapat bermula dari semangat perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. 

Sehingga, sektor pariwisata yang awalnya hanya sektor yang bersifat pilihan dan tidak terlalu diperhatikan kemudian menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Mudah-mudahan ini jadi terlaksana dan bagaimana supaya maju tetapi kita tidak merusak lingkungan,” tutupnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?