Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

DPR Siap Dukung Penguatan Polri, Kepercayaan Publik Tembus 82,4 Persen

27 Juni 2026

BNI Siapkan Dashboard Digital DHE SDA, Permudah Eksportir Pantau Dana Ekspor

25 Juni 2026

Devin/Faathir Tembus Final Macau Open 2026, BNI: Bukti Regenerasi Bulu Tangkis Berjalan

20 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • DPR Siap Dukung Penguatan Polri, Kepercayaan Publik Tembus 82,4 Persen
  • BNI Siapkan Dashboard Digital DHE SDA, Permudah Eksportir Pantau Dana Ekspor
  • Devin/Faathir Tembus Final Macau Open 2026, BNI: Bukti Regenerasi Bulu Tangkis Berjalan
  • BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat
  • BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
Rabu, Juli 1
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Fikri Faqih Tegaskan Perlunya Perubahan Paradigma dalam UU Pariwisata

Fikri Faqih Tegaskan Perlunya Perubahan Paradigma dalam UU Pariwisata

redaksiBy redaksi29 Juni 2024Updated:5 Juli 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan paradigma dalam penyusunan RUU terkait perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan harus diubah.

Perubahan tersebut terkait bagaimana dari yang bersifat wisata yang berorientasi pada jumlah (mass tourism) menjadi wisata yang berorientasi pada kualitas (quality tourism), sebagaimana menjadi semangat dalam perubahan UU tersebut.

“Memang harus ada perubahan paradigma karena dulu  pada masa pemerintahan sebelumnya  dan juga sebelum Covid-19 kita ini lebih mementingkan jumlah turis. Sehingga, mass tourism target kita 20 juta (orang) dan sekarang sudah tidak lagi karena lebih menuju ke quality tourism,” ujar Abdul Fikri usai melakukan Kunjungan Kerja Panja RUU Kepariwisataan di Universitas Ciputra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/6/2024).

Politisi Fraksi PKS tersebut juga menjelaskan apabila pemerintah mendorong quality tourism di sektor kepariwisataan, maka akan banyak sekali dampak positif yang diberikan. Salah satunya mengangkat perekonomian dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Quality tourism itu kalau dari sisi jumlah barangkali kita harus melihat dampak ekonomi, spending money, length of stay, dan sebagianya. Sehingga mengangkat perekonomian Indonesia dan khususnya di destinasi wisata lokal. Kemudian, dari sisi lingkungan berkelanjutan agar bagaimana supaya itu jadi destinasi wisata namun tidak merusak lingkungan. Sehingga, (pariwisata) kita tidak hanya memenuhi kebutuhan orang sekarang tapi generasi yang akan datang juga (harus) diperhatikan,” jelas Abdul Fikri.’

Politisi Dapil Jawa Tengah IX itu menerangkan ada yang menarik dari pertemuan dengan Universitas Ciputra dalam pengembangan Pendidikan Vokasi sektor pariwisata, yaitu dengan cara mengubah pandangan pariwisata dengan skema business as usual yang selama ini sering terdengar.

”Pariwisata dan Ekonomi Kreatif cenderung melestarikan, menikmati, memanfaatkan dan mengembangkan, istilahnya ‘business as usual’ sesuai dengan kewenangan di pusat, provinsi dan kabupaten kota begitu saja. Tetapi di Universitas Ciputra ini kita mendapatkan kesimpulan bahwa kalau Pendidikan Vokasi itu kan (punya prinsip) BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan studi, dan Wirausaha). Tetapi, kalau di sini kewirausahaan jadi di depan. Sehingga, ini yang mungkin belum mendapatkan porsi yang cukup dengan kalimat-kalimat atau pasal dan bab di Revisi UU (Kepariwisataan). Sekarang ini perlu ditekankan bagaimana caranya supaya Pendidikan kepariwisataan itu orientasinya ke (persoalan) kewirausahaan (harus) lebih besar,” tambahnya.

Abdul Fikri berharap di masa yang akan datang sektor pariwisata bisa menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Hal itu dapat bermula dari semangat perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. 

Sehingga, sektor pariwisata yang awalnya hanya sektor yang bersifat pilihan dan tidak terlalu diperhatikan kemudian menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Mudah-mudahan ini jadi terlaksana dan bagaimana supaya maju tetapi kita tidak merusak lingkungan,” tutupnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

DPR Siap Dukung Penguatan Polri, Kepercayaan Publik Tembus 82,4 Persen

27 Juni 2026

BNI Siapkan Dashboard Digital DHE SDA, Permudah Eksportir Pantau Dana Ekspor

25 Juni 2026

Devin/Faathir Tembus Final Macau Open 2026, BNI: Bukti Regenerasi Bulu Tangkis Berjalan

20 Juni 2026

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

20 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?