Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi tren penurunan jumlah pengangguran yang kini jumlahnya tercatat 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026, seperti yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
“Penurunan angka pengangguran merupakan sinyal positif bahwa perekonomian dan pasar kerja terus bergerak ke arah yang lebih baik. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama,” kata Netty, dalam keterangan persnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya diukur dari menurunnya angka pengangguran saja, tetapi pemerintah juga dinilai perlu memprioritaskan peningkatan kualitas pekerjaan yang tersedia.
“Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial bagi para pekerja,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya menyoroti masih besarnya proporsi pekerja di sektor informal yang memiliki tingkat kerentanan tinggi karena belum sepenuhnya memperoleh jaminan sosial maupun kepastian kerja. Sehingga ia mendorong pemerintah mempercepat transformasi menuju pekerjaan formal.
“Transformasi menuju pekerjaan formal perlu terus didorong. Pekerja informal harus memperoleh akses jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan kerja hingga usia lanjut,” paparnya.
Di sisi lain, tingginya angka pengangguran usia muda juga masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Sehingga ia mendorong pemerintah memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kita perlu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, hingga sertifikasi,” kata Netty menambahkan.

