Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menekankan agar program revitalisasi satuan pendidikan pascagempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, pemulihan tidak hanya dilakukan terhadap gedung sekolah, tetapi harus mencakup keseluruhan, seperti meja dan kursi, perangkat pembelajaran, fasilitas pendukung, serta bantuan bagi peserta didik dan warga satuan pendidikan yang terdampak.
“Kita jangan hanya membangun kembali bangunan sekolahnya,” kata Hetifah, dalam keterangan persnya, Minggu, 16 Agustus 2026.
“Perangkat pembelajaran dan kebutuhan siswa juga harus dipastikan tersedia. Karena itu, kami mendorong pemerintah memastikan dukungan anggaran untuk seluruh kebutuhan pemulihan pendidikan,” imbuhnya.
Pihaknya juga meminta pemerintah untuk memastikan akurasi dan keterpaduan data kerusakan pendidikan di NTT. Karena data yang akurat merupakan fondasi penting agar kebijakan rehabilitasi dan bantuan dapat tepat sasaran.
Selain itu, data mengenai jumlah sekolah yang rusak, tingkat kerusakan, peserta didik dan guru yang terdampak, serta kebutuhan rehabilitasi dan fasilitas darurat harus segera diverifikasi di lapangan dan diperbarui secara berkala.
Terakhir, kata Hetifah, Komisi X DPR RI akan terus mengawal proses pemulihan pendidikan di NTT bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, khususnya untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak.
“Jangan sampai bencana menimbulkan gangguan pendidikan yang berkepanjangan dan membuat anak-anak kehilangan hak belajarnya. Negara harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dalam kondisi yang aman, layak, dan bermartabat,” tandasnya.

