Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
  • BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open
  • BNI Kembali Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
  • Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
  • Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, BNI: Hasil Nyata Pembinaan Atlet Muda
Rabu, Juni 17
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Hanif Dhakiri: Penjaminan Kredit Penting untuk Perluas Permodalan UMKM

Hanif Dhakiri: Penjaminan Kredit Penting untuk Perluas Permodalan UMKM

redaksiBy redaksi9 November 2025Updated:9 Desember 2025 DPR Tidak ada komentar1 Min Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI M. Hanif Dhakiri menekankan pentingnya inovasi skema pembiayaan dan penjaminan kredit untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM.  

Menurutnya, mayoritas pelaku UMKM masih banyak yang kesulitan menjangkau lembaga perbankan karena karakter usaha mereka yang bersifat informal. 

“Dari 65 juta pelaku UMKM di Indonesia, 99 persennya usaha mikro dan ultra mikro. Tanpa skema penjaminan yang kuat, mereka sulit menjangkau perbankan,” kata Hanif, dalam keterangan persnya, Minggu, 9 November 2025.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 45,34 persen dari total kredit UMKM nasional, disusul sektor pertanian sebesar 19,34 persen.

Namun, akses pembiayaan di level mikro masih belum merata. Sehingga pihaknya berharap industri keuangan dapat mengubah pola pikir dari compliance-based menjadi development-oriented.

“Bank harus berinovasi, tidak hanya menunggu. Jika literasi masyarakat rendah, mereka bisa salah arah dan justru terjebak pinjaman ilegal,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Komisi XI DPR berharap adanya peningkatan literasi keuangan agar masyarakat tidak salah memilih sumber pembiayaan dan tidak terjerat pinjaman online (Pinjol).

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?