Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
  • BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open
  • BNI Kembali Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
  • Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
  • Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, BNI: Hasil Nyata Pembinaan Atlet Muda
Jumat, Juni 19
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Stunting di NTT Tinggi, DPR: Ini Tamparan Keras Bagi Kami

Stunting di NTT Tinggi, DPR: Ini Tamparan Keras Bagi Kami

redaksiBy redaksi12 Agustus 2025Updated:15 September 2025 DPR Tidak ada komentar1 Min Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani menyoroti tingginya angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini menempati peringkat pertama di Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan paparan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, prevalensi stunting di daerah tersebut mencapai 33,1 persen, menggeser Papua Barat dari posisi teratas.

“Ini menjadi tamparan keras bagi kami di Komisi IX dan mitra kerja kami, salah satunya Kementerian Kesehatan,” kata Netty, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 12 Agustus 2025.

Ia pun mengatakan, salah satu keluhan utama dari Dinas Kesehatan di daerah NTT adalah minimnya ketersediaan vaksin untuk lima imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan balita.

Menurut Netty, permasalahan itu berpotensi menjadi bom waktu yang dapat memperpanjang persoalan stunting di tanah air, khususnya di wilayah NTT.

“Kekurangan vaksin berarti kita sedang membuka jalan bagi munculnya kembali penyakit-penyakit endemik seperti TBC dan penyakit lain yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi,” tegasnya.

Selain masalah vaksin, pihaknya juga menyoroti tantangan geografis NTT yang menyulitkan tenaga kesehatan, UPTD, dan kader posyandu menjangkau seluruh balita. 

Oleh sebab itu, Netty mendorong pemerintah daerah agar membuat peta wilayah rawan stunting dan memastikan lokasi tersebut memiliki akses ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?