Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun Lewat Hilirisasi

24 April 2026

Melonjak 103%, Investasi Triwulan I 2026 Batam Tembus Rp17,4 Triliun

23 April 2026

KWP Awards 2026, GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Penggerak Harmoni dan Budaya

23 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun Lewat Hilirisasi
  • Melonjak 103%, Investasi Triwulan I 2026 Batam Tembus Rp17,4 Triliun
  • KWP Awards 2026, GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Penggerak Harmoni dan Budaya
  • Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026
  • KWP Award 2026, Lia Istifhama Sabet Penghargaan Senator Penguat Kebijakan Publik
  • KWP Award 2026 Jadi Pemicu Ibas Perkuat Komitmen Pengembangan Ekonomi Pedesaan
  • Peduli Kesejahteraan Rakyat, Fraksi Demokrat Raih Penghargaan KWP Award 2026
  • Eksistensi Mimika Diakui di Jakarta, Bupati Johannes Rettob Sabet Penghargaan Inovasi Daerah KWP Award 2026
Sabtu, April 25
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Stunting di NTT Tinggi, DPR: Ini Tamparan Keras Bagi Kami

Stunting di NTT Tinggi, DPR: Ini Tamparan Keras Bagi Kami

redaksiBy redaksi12 Agustus 2025Updated:15 September 2025 DPR Tidak ada komentar1 Min Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani menyoroti tingginya angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini menempati peringkat pertama di Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan paparan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, prevalensi stunting di daerah tersebut mencapai 33,1 persen, menggeser Papua Barat dari posisi teratas.

“Ini menjadi tamparan keras bagi kami di Komisi IX dan mitra kerja kami, salah satunya Kementerian Kesehatan,” kata Netty, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 12 Agustus 2025.

Ia pun mengatakan, salah satu keluhan utama dari Dinas Kesehatan di daerah NTT adalah minimnya ketersediaan vaksin untuk lima imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan balita.

Menurut Netty, permasalahan itu berpotensi menjadi bom waktu yang dapat memperpanjang persoalan stunting di tanah air, khususnya di wilayah NTT.

“Kekurangan vaksin berarti kita sedang membuka jalan bagi munculnya kembali penyakit-penyakit endemik seperti TBC dan penyakit lain yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi,” tegasnya.

Selain masalah vaksin, pihaknya juga menyoroti tantangan geografis NTT yang menyulitkan tenaga kesehatan, UPTD, dan kader posyandu menjangkau seluruh balita. 

Oleh sebab itu, Netty mendorong pemerintah daerah agar membuat peta wilayah rawan stunting dan memastikan lokasi tersebut memiliki akses ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

DPR
redaksi

Keep Reading

KWP Awards 2026, GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Penggerak Harmoni dan Budaya

Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

KWP Award 2026, Lia Istifhama Sabet Penghargaan Senator Penguat Kebijakan Publik

KWP Award 2026 Jadi Pemicu Ibas Perkuat Komitmen Pengembangan Ekonomi Pedesaan

Peduli Kesejahteraan Rakyat, Fraksi Demokrat Raih Penghargaan KWP Award 2026

Eksistensi Mimika Diakui di Jakarta, Bupati Johannes Rettob Sabet Penghargaan Inovasi Daerah KWP Award 2026

Berita Terkini

MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun Lewat Hilirisasi

24 April 2026

Melonjak 103%, Investasi Triwulan I 2026 Batam Tembus Rp17,4 Triliun

23 April 2026

KWP Awards 2026, GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Penggerak Harmoni dan Budaya

23 April 2026

Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

16 April 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?