Ketua DPR RI Puan Maharani, menyoroti dampak dari pemadaman listrik bergilir yang terhadi di sejumlah wilayah di pulau Jawa, yang dinilai telah mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan sektor lainnya.
Bahkan di berbagai media massa dan media sosial ditemukan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan pemadaman listrik bergilir. Seperti banyaknya pelaku UMKM yang terancam merugi.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa dampak pemadaman listrik jauh melampaui sekadar padamnya lampu. Ketiadaan energi dinilai sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
“Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek produktivitas masyarakat dan keberlangsungan ekonomi keluarga,” kata Puan, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Ia pun menilai, di balik padamnya aliran listrik yang cukup lama dan sering, tersimpan persoalan yang lebih besar yakni menyangkut ketahanan infrastruktur energi nasional, perlindungan terhadap pelaku usaha kecil, dan kualitas pelayanan publik yang menjadi hak masyarakat.
“Insiden ini harus menjadi pelajaran untuk memperkuat tata kelola sektor energi nasional. Ketahanan energi merupakan pondasi penting bagi investasi, industri, dan pelayanan publik,” ungkapnya.
Selain itu, kata Puan, kelompok yang paling terdampak hampir selalu berasal dari kalangan usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Karena bagi perusahaan besar, pemadaman listrik masih dapat diantisipasi dengan penggunaan generator cadangan.
Oleh sebab itu, Puan meminta PLN untuk memitigasi dan mengantisipasi pemadaman listrik berulang yang berpotensi memperburuk kondisi pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Dampak pada ekonomi kerakyatan harus menjadi perhatian dalam sektor pelayanan publik. Untuk itu, kami berharap ada evaluasi besar-besaran dari persoalan pemadaman listrik bergilir ini agar ke depan jangan sampai terjadi lagi,” tandasnya.

