Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Sabtu, Agustus 15
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Ketua Komisi XII DPR: Pembangunan Pabrik Baterai EV Momentum Akselarasi Transisi Energi

Ketua Komisi XII DPR: Pembangunan Pabrik Baterai EV Momentum Akselarasi Transisi Energi

redaksiBy redaksi7 April 2026 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut pembangunan fasilitas produksi baterai yang digarap Mind Id Grup menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan akselarasi transisi energi. Terutama, dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) nasional.

“Nah jadi saya pikir ini merupakan game changer bagi Indonesia momentum, bahwa kita akan melakukan akselerasi dalam namanya transisi energi dari yang berbasiskan bahan bakar fosil kepada yang namanya electric vehicle yang berbasiskan kepada storage baterai, seperti itu,” kata Bambang saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan bila pembangunan fasilitas produksi baterai menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengembangkan ekosistem EV.

Bambang bahkan antusias menunggu pembangunan fasilitas produksi baterai tersebut yang diproyeksikan rampung pada September-Oktober 2026.

“Kita lihat ini di September atau Oktober 2026, ini kan proyek Dragon yang merupakan kerja sama antara Mind Id dengan CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd., Brunp, dan Lygend),” ucapnya.

Wakil Rakyat asal Dapil Kepulauan Bangka Belitung ini menilai bila pembangunan itu merupakan satu langkah maju bagi transisi energi di Tanah Air. Apalagi, kata Bambang, fasilitas produksi tahap awal tersebut dirancang memiliki kapasitas 6,9 GWh, yang selanjutnya akan ditingkatkan menjadi total 15 GWh pada fase kedua.

“Nah itu cukup besar sehingga itu bisa terkait langsung dengan industri berikutnya yaitu langsung kepada pengembangan EV,” ucapnya.

Di sisi lain, Bambang mengatakan bila konflik geopolitik dan geoekonomi dunia tidak hanya berdampak pada Indonesia. Menurutnya, persoalan harga minyak dan gas akan dialami seluruh negara di dunia.

“Sebetulnya kondisi geopolitik dan geoekonomi di dunia saat ini yang terkait dengan persoalan harga minyak dan gas ini bukan persoalan Indonesia saja yang rentan, tapi semua juga mengalami masalah dengan bobotnya masing-masing ya,” tegasnya.

Sebelumnya, holding industri pertambangan Indonesia, Mind Id, kembali melangkah dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) nasional.

Melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Mind Id memulai pembangunan fasilitas produksi baterai yang mencakup battery cells, module and pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

CATIB merupakan hasil kerja sama Mind Id melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Ltd., dan Lygend (CBL). Konsorsium CBL adalah perusahaan patungan yang dibentuk oleh Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), Brunp, dan Lygend.

Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi industri baterai di dalam negeri. Pada tahap awal, fasilitas produksi tersebut dirancang memiliki kapasitas 6,9 GWh, yang selanjutnya akan ditingkatkan menjadi total 15 GWh pada fase kedua.

DPR
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?