Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
  • BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open
  • BNI Kembali Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
  • Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
  • Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, BNI: Hasil Nyata Pembinaan Atlet Muda
Rabu, Juni 17
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » DPR Minta DJP Kejar Target Penerimaan di Sisa Waktu Dua Bulan Terakhir

DPR Minta DJP Kejar Target Penerimaan di Sisa Waktu Dua Bulan Terakhir

redaksiBy redaksi24 November 2025Updated:10 Desember 2025 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi, meminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengejar target penerimaan di sisa waktu dua bulan terakhir tahun 2025.

“Pada dasarnya kita bersepakat dan berdiskusi bahwa penerimaan perpajakan ini harus sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” kata Didik, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 24 November 2025.

“Tapi memang saya melihat hal menarik yang perlu dibahas hari ini, yaitu penerimaan langsung kita yang baru mencapai 70,2 persen,” imbuhnya.

Pihaknya kemudian menyoroti kontraksi penerimaan pada awal tahun yang tidak dibarengi dengan perbaikan signifikan pada bulan-bulan berikutnya.

Didik menejelaskan, grafik pajak neto per bulan menunjukkan kontraksi tajam pada Januari dan Februari 2025. Namun, kontraksi tersebut tidak diikuti pola pemulihan yang kuat pada bulan-bulan berikutnya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya transisi kepemimpinan dan proses perbaikan sistem Coretax. Namun DJP harus berkejaran dengan waktu yang hanya tersisa maksimal dua bulan.

“Artinya ada potensi kuat target tidak tercapai, karena waktu satu hingga dua bulan ini sangat pendek,” ungkapnya.

“Sehingga perlu dicarikan ekstensifikasi pendapatan sebagai penggantinya. Salah satunya adalah bagaimana para penunggak pajak itu dikejar,” kata Didik menambahkan.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap DJP dapat melakukan effort tambahan untuk menutup gap target, termasuk menggali potensi penerimaan lain yang belum optimal di sisa waktu yang ada.

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?