Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Minggu, Agustus 16
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Dewi Yustisiana Dorong Pemerintah Manfaatkan Kerja Sama Energi dengan Brazil

Dewi Yustisiana Dorong Pemerintah Manfaatkan Kerja Sama Energi dengan Brazil

redaksiBy redaksi25 Oktober 2025Updated:16 November 2025 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana mendorong pemerintah RI memanfaatkan peluang kerja sama di bidang energi dengan Brazil sebaik mungkin. Kerja sama itu disebut sebagai tindak lanjut hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.

“Kerja sama Indonesia-Brazil ini bukan hanya simbol diplomasi, tetapi langkah nyata memperkuat energi bersih dan nilai tambah sumber daya alam kita. Indonesia harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” kata Dewi di Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.

Dia menyambut baik penguatan kerja sama energi antara Indonesia dan Brazil yang disepakati dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Lula di Istana Merdeka Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kolaborasi itu memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional dan percepatan transisi energi menuju Indonesia Emas 2045.

Dia menekankan ruang lingkup kerja sama yang mencakup migas, energi baru terbarukan, efisiensi energi, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret berbasis kebutuhan nasional.

Dewi lebih lanjut mengatakan, bioenergi menjadi sektor yang paling cepat memberikan hasil nyata. Dalam hal ini, dia menyoroti Brazil sebagai produsen etanol terbesar kedua di dunia dan sukses menerapkan mandatori bioetanol, seperti E30 hingga E100 di berbagai wilayah.

Indonesia, kata dia, dapat mengadopsi pengalaman tersebut untuk memperkuat program bahan bakar minyak campuran etanol E10 yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Alih teknologi dari Brazil akan membantu kita menghadirkan energi yang lebih ramah lingkungan dengan dampak ekonomi langsung bagi petani dan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, implementasi bioetanol juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor energi hijau, mulai dari budi daya bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, hingga distribusi.

Selain itu, petani akan menjadi aktor utama dalam rantai pasok etanol karena pemanfaatan komoditas seperti tebu, jagung, dan singkong yang dapat meningkatkan pendapatan daerah sentra pertanian.

“Kalau ekosistemnya terbangun, program ini akan menggerakkan ekonomi pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan-energi kita sekaligus,” kata dia.

Dewi mengatakan sejumlah provinsi memiliki potensi besar sebagai basis produksi etanol nasional. Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan menjadi sentra utama tebu, sementara Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara mulai berkembang sebagai pusat produksi baru di kawasan timur.

Di sisi lain, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Barat, serta Papua memiliki peluang kuat untuk pengembangan jagung dan singkong sebagai bahan baku energi terbarukan di masa mendatang.

Dewi menambahkan Komisi XII DPR RI akan mengawal ketat realisasi kerja sama energi antara RI dan Brazil agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.

“Kita ingin hasil konkret: energi bersih yang terjangkau, nilai tambah di dalam negeri, peningkatan pendapatan petani, dan lapangan kerja baru. Jika dieksekusi dengan tepat, ini momentum lompatan besar menuju kemandirian energi nasional,” ucapnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?