Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Minggu, Agustus 16
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Legislator Apresiasi Kreativitas Kemenag Soal Tepuk Sakinah

Legislator Apresiasi Kreativitas Kemenag Soal Tepuk Sakinah

redaksiBy redaksi14 Oktober 2025Updated:16 November 2025 DPR Tidak ada komentar1 Min Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, mengapresiasi kreativitas Kementerian Agama (Kemenag) yang menghadirkan Tepuk Sakinah sebagai bagian dari pendekatan edukatif yang komunikatif dan menyenangkan. 

Menurutnya, pendekatan seperti ini bisa menjangkau generasi muda dengan cara yang lebih ringan dan mudah diterima. Terlebih saat ini Tepuk Sakinah sudah viral di media sosial.

Ia pun berharap, edukasi pranikah di Indonesia tidak hanya bersifat seremonial dan normatif. Tetapi harus menjadi proses pembentukan nilai dan keterampilan hidup bersama.

”Tepuk Sakinah harus menjadi pintu masuk, bukan tujuan akhir. Di balik gerakan tangan dan jargon ceria, harus ada kedalaman nilai, pemahaman spiritual, dan kesiapan mental yang benar-benar dibangun,” kata Surahman, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 14 Oktober 2025.

Pihaknya juga menekankan pentingnya menghindari simplifikasi makna pernikahan yang menganggap pernikahan hanya soal ijab kabul dan tinggal serumah, tanpa memahami tanggung jawab spiritual, emosional, dan sosial di baliknya.

”Pernikahan bukan hanya kontrak sosial, melainkan ibadah sepanjang hayat. Dalam perspektif Islam, menikah adalah jalan untuk menyempurnakan separuh agama, membangun keluarga sebagai ladang amal, dan menjaga kehormatan diri,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Surahman mendorong agar program bimbingan calon pengantin tidak berhenti pada simbol, tetapi menyentuh substansi, dan mendorong pentingnya perbaikan dan penyempurnaan kurikulum materi wajib dalam bimbingan calon pengantin.

DPR
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?