Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Achmad Hafisz Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Dirasakan Masyarakat Lokal

Achmad Hafisz Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Dirasakan Masyarakat Lokal

redaksiBy redaksi8 Agustus 2024Updated:2 September 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir memberikan beberapa catatan dalam rapat tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian Hafisz adalah efek dari mulai menanjaknya pertumbuhan perbankan di Bali.  

Menurutnya, dari laporan yang disampaikan para mitra Komisi XI DPR RI itu, masih belum tercermin angka pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di daerah tersebut.

Hal ini disampaikan Hafisz saat Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin (5/8/2024) lalu.

Dalam pertemuan dengan Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, dipaparkan sejumlah capaian pertumbuhan ekonomi Bali pasca pandemi Covid-19.

“Kalau ini (pertumbuhan perbankan) nggak nyangkut di pertumbuhan regionalnya, maka artinya orang Bali nggak dapat apa-apa. Artinya kita harus juga memikirkan, ke depannya harus ada perubahan,” kata politisi Fraksi Partai Amanat Nasional itu.

Lebih lanjut, Hafisz menilai saat ini lebih banyak orang luar Bali yang menikmati perputaran ekonomi di pulau dewata tersebut. Hal tersebut disampaikannya lantaran banyaknya sektor usaha, terutama akomodasi yang dimiliki dan dioperasikan oleh oleh pendatang.

“Karena kalau saya lihat, kekayaan di Bali ini yang menikmati separuhnya orang luar. Kita bisa cek lah vila-vila, resort yang bagus-bagus itu bukan milik orang daerah (Bali) itu. Jadi investornya dari orang-orang Jakarta bahkan di luar negeri sekali pun,” sentilnya. 

Lapangan usaha akomodasi, makanan dan minuman sendiri masih menjadi pangsa terbesar yang menggerakan perekonomian Bali dengan kontribusi sebesar 20,64 persen. Sektor ini tetap tumbuh tinggi seiring tingginya kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara serta meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang.

Hal lain yang mencuri perhatian Hafisz adalah isu pengusaha Bali yang kebanyakan harus mengagunkan aset untuk menjalankan usahanya. Hafisz lantas meminta mitra yang hadir untuk memberikan kajian termasuk apakah hal tersebut merupakan bagian dari kebiasaan.

“Tadi baru saya dengar, setiap bisnis di Bali dari penduduk aslinya ya mereka tuh mengagunkan aset di bank dan rata-rata hampir semua penduduk asli terlibat dengan utang apakah harus begitu? Saya kira, saya kan dari Palembang dan tidak semua businessman itu di sana, UMKM mengagunkan asetnya. Nah ini yang juga kita perlu lihat, habit ini baik nggak?” kata  legislator Dapil Sumatera Selatan I itu.

Dilansir dari laporan Bank Indonesia dalam rapat tersebut, pertumbuhan total kredit meningkat dari 9,04% (yoy( pada triwulan I 2024 menjadi 10,14% (yoy) pada triwulan II tahun 2024. Risiko kredit juga dinilai terjaga, tercermin dari angka Non performing loan (NPL) 1,94% yang masih berada dibawah threshold 5% serta Loan at Risk (LAR) yang terus menurun.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?