Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Mardani Ingatkan Presiden Jokowi Soal Visi Misi Pendidikan RI

Mardani Ingatkan Presiden Jokowi Soal Visi Misi Pendidikan RI

redaksiBy redaksi12 Mei 2024Updated:3 Juni 2024 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Joko Widodo agar memiliki visi dan misi yang jelas terhadap tumbuh kembang sektor pendidikan di Indonesia. Visi dan misi ini, menurutnya, akan menentukan peradaban bangsa di masa depan.

Sebab itu, walaupun alokasi APBN bersifat terbatas, ia menekankan anggaran pendidikan harus menjadi prioritas negara, bahkan perlu dievaluasi supaya penyalurannya lebih efektif sekaligus berkualitas.

“Pendidikan itu adalah bukan ‘spending’. (Pendidikan) itu investasi. Di negara mana pun namanya anggaran negara pasti terbatas. Nah, karena itu, harus ada prioritas. Artinya, memilih itu bukan (berdasarkan) yang baik dengan yang buruk tetapi yang baik dengan yang terbaik dan pendidikan itulah investasi terbaik,“ tegas Mardani dalam sebuah diskusi virtual, di Jakarta, Jumat (10/5/2024).

 Jika ingin dibandingkan Amerika Serikat dan Singapura, ia berharap Pemerintah Indonesia tidak asal menjiplak kebijakan tanpa menyesuaikan dengan amanat UUD 1945.

“Walaupun kini Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan demokratisasi pendidikan, bukan berarti menciptakan ekosistem pendidikan yang sekadar komersil demi memenuhi kebutuhan industri,” kata dia.

Oleh karena itu, Mardani mengusulkan sejumlah solusi perbaikan sistem pengelolaan institusi pendidikan negara agar tidak tumbang diterjang tuntutan globalisasi.

“Pertama, ‘leader’ harus punya visi dan misi yang jelas. Kedua, evaluasi pengelolaan institusi pendidikan, kita perlu kedepankan kapasitas, kapabilitas, intelektualitas, dan integritas. Ini perlu jadi catatan bersama,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Terakhir, dirinya menegaskan bahwa demokratisasi pendidikan bukan soal komersialisasi pendidikan. Akan tetapi, demokratisasi pendidikan, ungkapnya, memerdekakan generasi bangsa dari kebodohan untuk menuju masa depan yang memiliki peradaban yang mencerahkan, bukan.

Diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah mempersiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20 persen pada APBN 2024. Anggaran tersebut terbagi atas alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, Transfer ke Daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun. Walaupun begitu alokasi anggaran 2024 yang ditetapkan untuk Kemendikbudristekdiktik yang diambil dari belanja pemerintah pusat hanya sebesar Rp97,7 triliun.

Dengan anggaran 2024 sebesar Rp97,7 triliun tersebut, Kemendikbudristekdikti membagi peruntukannya menjadi 6 (enam) program.

Secara rinci berupa Program PAUD dan Wajib Belajar 12 Tahun sebanyak Rp13,9 triliun; Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran sebesar Rp15,8 triliun; Program Pendidikan Tinggi sebesar Rp38,5 triliun; Program Pemajuan dan Pelestarian Bahasa, dan Kebudayaan sebesar Rp3,06 triliun; Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp6,01 triliun; dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp20,2 triliun.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?