Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Temuan Komisi V DPR di Pelabuhan Merak: Jalan Masuk Sempit

Temuan Komisi V DPR di Pelabuhan Merak: Jalan Masuk Sempit

redaksiBy redaksi6 April 2024Updated:22 April 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Temuan Tim Komisi V DPR RI menyebutkan bahwa sempitnya akses jalan menuju pelabuhan Merak, Banten menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efisiensi waktu bersandar. 

Hal ini disampaikan Ketua Komisi  V DPR RI, Lasarus usai melakukan peninjauan ke berbagai fasilitas di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (5/4/20243).

“Secara kasat mata (Komisi V) masih melihat ada beberapa PR (pekerjaan rumah) di sini yang harus kita kerjakan ke depan. Dari pintu pertama masuk (pelabuhan) tadi saya lihat banyak bangunan (pemukiman) itu sampai nyentuh ke badan jalan. Ini masalah,” ujar Lasarus.

Adapun jalan raya menuju akses pelabuhan dan terminal terpadu Merak hanya memiliki dua lajur di masing-masing jalur.

Terpantau, tidak ada bahu jalan maupun pembatas lain yang memisahkan badan jalan dengan jejeran bangunan di sekitarnya. Selain itu, kerap terlihat pula kendaraan yang terparkir di tepi jalan dan berpotensi mengganggu lalu lintas.

Disampaikan oleh politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu bahwa kondisi bangunan yang terlalu dekat dan tanpa adanya pembatas sangatlah rawan. Ia pun mencontohkan apabila ada kendaraan yang bermasalah apalagi hingga terbakar maka akan sangat berbahaya.

Untuk itu, pihaknya akan segera membahas permasalahan ini dengan pengampu kebijakan terkait. 

“Nanti akan kita bicarakan dengan Pemda Cilegon termasuk dengan Kementerian PU supaya harus ada median antara badan jalan dengan pemukiman, sehingga mengatasi kemacetan di sekitar sini juga mudah,”  lanjutnya. 

“Nanti akan kita bicarakan dengan Pemda Cilegon termasuk dengan Kementerian PU supaya harus ada median antara badan jalan dengan pemukiman,  sehingga mengatasi kemacetan di sekitar sini juga mudah,” ungkap dia.

Saat melakukan peninjauan, Lasarus sempat berinteraksi dengan salah satu kapten kapal yang sedang bersandar seraya melakukan pemantauan kondisi kapal.

Ia menyampaikan bahwa dari diskusinya tersirat bahwa waktu sandar kapal di pelabuhan sebetulnya bisa di bawah 40 menit, namun seringkali masalah justru datang dari kendaraan yang diangkut. 

“Bisa dipersingkat nggak supaya masalah tidak antre lama? Kapten (kapal) bilang bisa aja, tapi seringkali kendalanya itu adalah kendaraan. Begitu mau percepat ada kendaraan mogok di dalam (kapal) dan kalau ada kendaraan mogok satu atau dua itu menimbulkan persoalan, (kendaraan) yang lain mau keluar nggak bisa,” jelasnya.

Lasarus pun menyinggung adanya kebutuhan dibangunnya terminal khusus barang, sehingga kendaraan pengangkut yang sering kali bermasalah di atas kapal bisa disaring.

Beberapa kasus yang sering terjadi adalah kendaraan yang mogok lantaran tak laik jalan hingga ODOL yang sering kali menyebabkan patah as roda. 

Pada kesempatan yang sama, tim kunjungan kerja Komisi V DPR RI juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan beberapa calon penumpang serta para pengemudi yang sedang keluar dari kapal.

“Kami tanya-tanya beberapa penumpang, kami ngobrol langsung dan diskusi langsung menurut mereka cukup lancar sudah,” katanya.

Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten diprediksi akan terjadi pada H-4 Idulfitri atau 6 dan 7 April 2024. Dilansir dari berbagai sumber, tercatat telah ada 227.926 orang dan 54.732 kendaraan yang melakukan penyebrangan dari Jawa ke Sumatera sejak 31 Maret – 4 April 2024 atau H-10 hingga H-6 Idulfitri kali ini. 

Sebagai upaya mengurai kepadatan di sekitar pelabuhan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyediakan titik zona penyangga (buffer zone) di beberapa rest area sebagai mitigasi dari menerapkan sistem penundaan (delaying system).

Saat ini tidak diberlakukan penjualan tiket langsung penyeberangan di pelabuhan. Penumpang yang ingin nyeberang harus membeli terlebih dahulu tiket dengan menggunakan aplikasi maupun di situs resmi dan diharapkan datang setidaknya 4 jam sebelum jadwal yang dipilih.

Untuk menghindari penumpukan kendaraan, calon penumpang tidak disarankan untuk menunggu di kawasan pelabuhan dan tetap berangkat sesuai dengan jadwal.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?