Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
Sabtu, Agustus 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » DPR Siap Perjuangkan Hak Masyarakat Adat Papua kepada KLHK

DPR Siap Perjuangkan Hak Masyarakat Adat Papua kepada KLHK

redaksiBy redaksi18 September 2023Updated:28 September 2023 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi IV DPR RI secara resmi menerima audiensi Yayasan Pusaka Bentala Rakyat dalam rangka memfasilitasi dialog perwakilan 6 suku dari 6 provinsi masyarakat adat Papua berkaitan dengan aspirasi peningkatan perlindungan hak masyarakat adat atas tanah dan hutan adat.

Merespon hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan menyatakan Komisi IV siap memperjuangkan aspirasi dari segenap masyarakat adat Papua tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Jadi yang mereka perjuangkan adalah bahwa ada izin yang diberikan kepada baik itu untuk kawasan hutan industri, maupun perkebunan besar swasta. Yang itu kemudian tidak dilakukan pelaksanaannya dan itu dicabut izin tersebut. Mereka minta dikembalikan lagi kepada masyarakat adat dan mereka meminta agar masyarakat adat bisa memiliki izin di dalam pengelolaan hutan-hutan tersebut,” ujar Budhy saat diwawancarai di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2023).

“Nah ini tentu akan kita, kalau terkait dengan mitra Komisi IV tentu akan kita tanyakan nanti di dalam rapat kerja. Tentu bahannya yang ada sudah kita terima saat ini akan kita sampaikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait dengan permohonan izin pengelolaan terhadap lahan dan hutan ini oleh masyarakat adat. Karena ini sudah dari tahun 2022 mereka masukkan prosedurnya dalam masyarakat adat melakukan pengelolaan ini, tetapi belum ada jawaban dari KLHK. Tentu itu nanti akan kita tanyakan langsung kepada mereka sebagai mitra Komisi IV,” lanjut Budhy menegaskan.

Tak hanya itu, Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa Komisi IV DPR RI juga siap memperjuangkan adanya komunikasi tindak lanjut antara pihak perusahaan yang masih beroperasi dengan masyarakat adat setempat terkait hak-hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat adat sebesar 20% lahan perkebunan namun hingga kini belum kunjung diterima oleh segenap masyarakat adat setempat dari pihak perusahaan.

Selain itu, berkaitan adanya isu sengketa lahan, Komisi IV diungkapkan Budhy akan menyerahkan persoalan hukum  tersebut kepada Komisi III DPR RI. Serta, sambung Budhy, Komisi IV DPR RI juga akan melaporkan kepada Pimpinan DPR RI sebagai tindaklanjut hasil dialog terutama hal-hal yang diluar dari kewenangan Komisi IV DPR RI.

“Perlu dilakukan komunikasi antara si pihak perusahaan dengan masyarakat adat, terkait hak-hak mereka sesuai dengan Undang-Undang bahwa perkebunan harus menyediakan 20% penanamannya kepada masyarakat setempat. Ini ada hak hak yang memang menjadi kewenangan masyarakat adat di dalam menerima tanggung jawab sosial yang tidak dipenuhi. Jadi ini persoalan komunikasi ini yang kita minta nanti apa namanya pak Sulaiman hamzah sebagai anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di sana, untuk bisa juga menjembatani komunikasi dengan perusahaan perusahaan yang masih beroperasi di sana,” pungkasnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?