Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

22 Agustus 2026

Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

22 Agustus 2026

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD
  • Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
  • BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Sabtu, Agustus 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » BKSAP: Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Harus Dibarengi Pertumbuhan Greem Economy

BKSAP: Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Harus Dibarengi Pertumbuhan Greem Economy

redaksiBy redaksi22 Juli 2023Updated:27 Juli 2023 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengungkapkan peran ASEAN Inter-Parliamentary Union (AIPA) dalam rangka untuk menjaga stabilitas kawasan ASEAN.

Pernyataan tersebut dia ungkapkan saat acara diskusi yang bertema ‘Parlemen yang Responsif untuk Stabilitas dan Kesejahteraan ASEAN.’ Diskusi ini terlaksana atas kerja sama Biro Pemberitaan DPR RI dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). 

“Kami di Parlemen ingin melengkapi menyempurnakan, bagaimana growth yang tinggi harus dikawal dengan green economy, pertumbuhan yang sustainable atau berkelanjutan. People yang inklusif terlibat dalam pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang terjaga,” papar Putu di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat, (21/7/2023).  

Dia berharap konsep green economy di kawasan ASEAN bertujuan untuk transisi hijau. Mengingat, ASEAN ini masyarakatnya mendapatkan dukungan secara inklusif dalam peningkatan ekonomi. Terpenting, kegiatan pertumbuhan ekonomi yang dipikirkan harus berkelanjutan (sustainable growth)

“Jangan sampai ada terjadi mungkin satu negara yang punya growth yang tinggi, justru jomplang growth-nya. Nah, rakyat satu negara di ASEAN itu mungkin tidak mendapatkan benefit dari peningkatan ekonomi, sementara rakyat negara ASEAN lain yang hanya mendapatkan kesejahteraan dari peningkatan ekonomi kawasan ASEAN,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Karena itu, ia menekankan Sidang Umum AIPA ke-44 atau The 44th General Assembly ASEAN Inter-Parliamentary Union (AIPA) bakal digelar di Jakarta pada Agustus 2023 yang akan diselenggarakan di Indonesia nanti pada Agustus 2023, bertujuan agar bagaimana AIPA secara politik dapat mendorong stabilitas kawasan.

“Agar bagaimana AIPA ini agar menjaga kawasan ASEAN, yang betul-betul stabil dan tentunya agar terus ke depan terjaga perdamaian-kedamaiannya,” ungkap Putu.  

Dia menjelaskan kawasan ASEAN merupakan kawasan yang sangat strategis dan banyak dilirik oleh kekuatan-kekuatan besar yang ingin masuk di kawasan ASEAN.

Jadi, kata Putu, parlemen negara-negara ASEAN harus responsif untuk bisa mengawal berbagai tantangan ASEAN secara mandiri. Sehingga, ASEAN tidak perlu kekuatan besar lainnya datang untuk mengintervensi permasalahan di ASEAN.

“Kita harus mampu secara mandiri mengawal segala permasalahan atau tantangan di kawasan ASEAN ini, untuk menjaga stabilitas politik, keamanan dan juga untuk menjaga kesejahteraan kawasan. Saya berharap mereka tidak langsung berafiliasi dengan kekuatan besar di luar ASEAN, tapi yang (hal yang perlu dipikirkan) pertama adalah (untuk) ASEAN first, family of ASEAN. Jadi, solidaritas mereka yang pertama dan utama itu ASEAN. Apalagi, Indonesia adalah kakaknya dari negara-negara yang berada di kawasan ASEAN,” jelas dia. 

Menurut Putu, anggota AIPA hanya lima negara yang diprakarsai Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina dan Malaysia. Namun saat ini, AIPA sudah memiliki 10 anggota. “Saat (Sidang Umum) AIPA nanti Timor Leste hanya menjadi observer. Dan Myanmar tidak diundang dalam sidang ini,” kata Putu Rudana.

Dia mengungkapkan, Indonesian usul bagaimana resolusi tentang penerapan Five-Point Consensus dapat diterapkan oleh seluruh parlemen di negara ASEAN. Sehingga, ke depan negara ini mengimplementasikan Five-Point Consensus yang sudah dikomitmenkan oleh parlemen di negara tersebut ASEAN.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

22 Agustus 2026

Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

22 Agustus 2026

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?