Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Rabu, Agustus 19
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Edy Wuryanto: Ketimpangan Distribusi Dokter Spesialis Jadi Tantangan Bagi Indonesia

Edy Wuryanto: Ketimpangan Distribusi Dokter Spesialis Jadi Tantangan Bagi Indonesia

redaksiBy redaksi13 November 2024Updated:5 Desember 2024 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Edy Wuryanto, memberikan apresiasi atas kemajuan pesat yang dicapai oleh rumah sakit vertikal di Indonesia, salah satunya adalah Rumah Sakit Karyadi. Meskipun demikian, ia menyoroti sejumlah isu penting terkait rumah sakit vertikal di Indonesia, khususnya dalam hal daya saing layanan manajemen kesehatan dan standar pendidikan spesialis.

Hal itu disampaikan Edy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dan Direktur Utama Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).  

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ketimpangan distribusi tenaga medis, terutama dokter spesialis menjadi salah satu tantangan besar dalam sistem kesehatan Indonesia.

Ia menekankan bahwa jika masalah ini tidak segera diatasi, masyarakat di daerah terpencil atau luar Jawa akan kesulitan mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Banyak warga harus datang ke kota besar, seperti Jakarta, untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

“Jangan sampai seluruh pasien hanya bisa berobat di rumah sakit vertikal yang ada di Jawa. Banyak masyarakat di daerah lain, bahkan pelosok tanah air, yang membutuhkan akses kesehatan, namun mereka terpinggirkan karena rumah sakit yang bisa menangani penyakit mereka hanya ada di Jawa,” ungkap Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu. 

Selain itu, Edy juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai adanya persaingan tidak sehat antara pendidikan spesialis berbasis rumah sakit dan universitas. Menurutnya, jika ketimpangan ini tidak segera ditangani, kualitas layanan manajemen kesehatan di masa depan bisa menurun.

“Saya khawatir ada perbedaan standar dalam input, proses, output, dan hasil pendidikan antara yang berbasis rumah sakit dan yang berbasis universitas. Hal ini bisa berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan, dan tentu saja akan berpengaruh pada masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, Edy mengingatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar segera merumuskan regulasi yang dapat menyeragamkan perlakukan dan  standar pendidikan spesialis, baik yang berbasis universitas maupun rumah sakit. Ia menegaskan, perbedaan yang ada harus dihindari agar tidak terjadi ketidakadilan dalam pelayanan manajemen kesehatan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Edy menegaskan bahwa rumah sakit vertikal tidak hanya memiliki peran dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga harus berperan dalam pendidikan tenaga medis. Integrasi antara pendidikan dan pelayanan di rumah sakit harus berjalan seiring untuk memastikan kualitas pelayanan dan pendidikan yang seimbang.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?