Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
Sabtu, Agustus 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Sambut Hari Ibu, DPR Dorong Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan

Sambut Hari Ibu, DPR Dorong Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan

redaksiBy redaksi22 Desember 2023Updated:9 Januari 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Menyambut Hari Ibu, sejarah telah mencatat bahwa perempuan memiliki peran krusial di Nusantara. Tidak hanya soal kepemimpinan, namun perempuan memiliki kontribusi yang positif terhadap dinamika pembangunan nasional.

“Peringatan Hari Ibu 2023 harus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perempuan pada dasarnya berdaya, sehingga pelibatan perempuan dalam upaya pembangunan bangsa adalah sebuah keniscayaan,” tutur Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat sebagai pembicara kunci Seminar Nasional Peringatan Hari Ibu Tahun 2023 di lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis lalu (21/12/2023).

Dalam pernyataan tertulisnya, Rerie, sapaan akrabnya, menilai perlu ada upaya mengubah pola pikir bangsa agar perempuan memiliki kesempatan dalam membangun peradaban bangsa. Baginya, peringatan Hari Ibu harus menjadi momentum merayakan pencapaian perempuan sekaligus mendefinisikan kembali peran perempuan dalam dinamika pembangunan bangsa.

Perempuan Nusantara dalam catatan Portugis, ungkap Rerie, memiliki keutamaan intelektual dan moral sehingga mampu menjaga kerukunan dan perdamaian, menjadi diplomat antar-kesultanan, mengelola institusi perwakilan, serta mengemban tugas pemerintahan.

Ratu Kalinyamat, sebutnya, menjadi salah satu tokoh penting pada abad XVI yang mampu memimpin dalam bidang pertahanan, kebudayaan dan pembangunan sehingga Jepara mencapai puncak kejayaan. Kepemimpinan Ratu Jepara yang mengagumkan itu, ujarnya, disimpulkan dalam satu frasa mendalam Rainha de Japara, Senhora poderosa, e rica. 

Ratu Jepara, perempuan sakti dan kaya raya. Sakti merujuk pada pengetahuan mendalam dan kesahajaan yang ditampilkan Ratu Kalinyamat. Sepak terjang Ratu Kalinyamat, ungkapnya, menjadi inspirasi dan bukti bahwa perempuan adalah motor penggerak sekaligus peletak pemikiran tentang cinta Tanah Air yang tampak dengan penolakan pada setiap bentuk kolonialisme.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga menyampaikan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat meneguhkan pengakuan bangsa dan negara atas peranan perempuan yang pernah mengalami distorsi narasi dalam sejarah yang mendiskreditkan peran dan kepemimpinan mereka hingga mengalami subordinasi sistemik yang melekat dalam budaya.

Jauh sebelum perempuan mengalami pelemahan dalam struktur sosial-budaya, jelas Rerie, jelasnya, rekam jejak kepemimpinan dan peran perempuan Nusantara telah ada sejak abad VII sampai abad XVII seperti Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga (abad VII), Ken Dedes (XII), Gayatri Rajapatni (XIII), Tribuana Tunggadewi (XIV), Dyah Pitaloka Citraresmi (XIV), dan Nyai Gede Pinatih (XVI).

Dirinya menyampaikan bahwa perempuan Nusantara memiliki sejarah yang melekat dengan peran penting dalam sebuah tatanan budaya. Mengutip Qismullah Yusuf dalam 21 Wanita Perkasa Yang Ditempa oleh Budaya Aceh (2021), Ririe menyayangkan perempuan pada dasarnya diperkasakan dan dilemahkan oleh budaya.

Keseluruhan catatan perjuangan perempuan sesudah abad XVI, mengerucut pada pilar pertahanan-keamanan, pengembangan karya intelektual budaya, tatanan sosial kemasyarakatan dan perhatian menyeluruh dalam dinamika pembangunan.

Ironisnya, tambah Rerie, dalam perkembangan sejarah, perempuan terperangkap dalam subordinasi budaya, subyek yang lekat dengan urusan domestik maupun privat, dan memiliki ruang terbatas dalam dinamika publik sepanjang abad XVII sampai abad XX.

Oleh karena itu, dirinya mendukung dan mendorong prinsip kesetaraan yang telah tertanam jauh sebelum kolonialisme, di mana perempuan dan laki-laki mampu berperan dalam ranah privat dan publik sesuai kapabilitas yang dimiliki.

Menutup pernyataannya, Legislator Partai NasDem dari Dapil Jawa Tengah II itu menegaskan penetapan Hari Ibu pada Kongres Perempuan III di Bandung 23-27 Juli 1938, harus menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa. Peringatan ini adalah penegasan mengenai pergerakan dan perjuangan perempuan yang tercatat dalam sejarah, khususnya tentang peran dan kepemimpinan perempuan sepanjang periode peradaban dalam pertahanan, kebudayaan dan pembangunan bangsa.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?