Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
Sabtu, Agustus 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » DPR Dorong Bulog Serap Lebih Banyak Beras Varietas Unggul Lokal

DPR Dorong Bulog Serap Lebih Banyak Beras Varietas Unggul Lokal

redaksiBy redaksi16 Desember 2023Updated:9 Januari 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono mendorong Perum Bulog untuk menyerap lebih banyak beras yang berasal dari padi varietas unggul lokal. Hal ini disampaikannya pasca kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Gudang Bulog Divisi Regional Balikpapan, Selasa (12/12/2023) silam. 

Ono dan tim kunjungan kerja reses Komisi IV melakukan peninjauan terhadap stok pangan di Kalimantan Timur menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Ono menegaskan, bahwa pemerintah seharusnya tak sebatas memastikan ketersedian pangan namun juga berupaya mengurai permasalahan yang ada di hulu. Lantaran melihat beras impor yang menggunung, ia lantas mengaitkannya dengan banyaknya beras hasil varietas unggul lokal yang belum terserap oleh Bulog. 

“Kita harus berpikir komprehensif apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Misalnya, terkait dengan beras ada banyak permasalahan dasar yang masih dialami dari mulai pupuk, lahan dan juga berkaitan dengan jenis padi. Bulog belum sepenuhnya bisa menyerap jenis dan varietas padi tersebut yang sebenarnya varietas padi tersebut merupakan varietas unggul lokal,” ungkap Ono saat ditemui di Balikpapan pada Rabu (13/12/2023).

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PDI-P ini mencontohkan adanya varietas padi lokal bernama “Kebo” yang pemuliaannya dilakukan oleh petani di kawasan Indramayu, Jawa Barat. Meski tahan hama namun jenis padi ini memiliki bulir yang dianggap kurang menarik. Untuk itu, petani lokal melakukan modifikasi antara Padi Kebo dengan Padi Ciherang yang kemudian menghasilkan bibit Padi Borang. 

“Contohnya di Indramayu, ada jenis padi yang namanya Kebo dan juga modifikasi antara Kebo dan Ciherang yang namanya Borang yang kemarin-kemarin belum bisa diserap oleh Bulog padahal produksinya cukup tinggi. Para petani pun selalu teriak bagaimana saat mereka panen lalu tidak bisa diserap secara maksimal sehingga pada hasilnya mereka menemukan pasarnya masing-masing,” jelas legislator asal Dapil Jawa Barat VIII yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cirebon.

Ono pun menjelaskan bahwa di Indramayu sendiri, pada musim tanam pertama diperkirakan ada 70 persen petani yang menanam padi jenis Kebo dan Borang. Kabupaten Indramayu sendiri ditargetkan memproduksi 1,8 juta ton gabah dan menjadi salah satu kabupaten/kota dengan produksi gabah terbesar di Indonesia. 

Karena hasil panen belum terserap oleh Bulog, maka para petani padi Kebo dan Borang kemudian secara mandiri menemukan pasar mereka di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung dan kota lainnya.

Untuk itu, Ono kembali mengingatkan agar Bulog kembali mempertimbangkan penerimaan beras hasil varietas padi lokal sesuai dengan daerahnya.

“Bulog itu mempunyai fungsi bagaimana (menjaga) stok pangan, cadangan pangan nasional sekaligus juga melakukan stabilisasi harga. Kemarin kita sampaikan seyogyanya Bulog bisa melakukan perubahan aturannya. bukan hanya HPP gabah yang harus disesuaikan dengan pasar, tetapi dari sisi jenis varietas gabah dan padi pun harus melihat suatu kondisi di tataran lokal. Apalagi mereka adalah para petani yang wajib didukung oleh pemerintah,” tegasnya.

Dari pertemuan tersebut Ono kemudian membawa kabar baik. Dikatakannya bahwa pada musim panen mendatang Perum Bulog akan mulai menyerap jenis Kebo maupun Borang.

“Alhamdulillah kemarin Pak Bagja, Direktur Keuangan Bulog, menyampaikan untuk musim panen depan bulog sudah akan menyerap jenis Padi Kebo maupun Borang khususnya di Kabupaten Indramayu,” tutup Ono.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?