Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Minggu, Agustus 16
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Pengambilan Kebijakan Publik Harus Melibatkan Perempuan

Pengambilan Kebijakan Publik Harus Melibatkan Perempuan

redaksiBy redaksi22 Mei 2026Updated:8 Juni 2026 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Puan Maharani
Puan Maharani
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan perempuan harus ditempatkan sebagai pengambil keputusan dalam kebijakan publik. Perempuan tidak boleh hanya sekadar pihak yang menerima dampak dari berbagai persoalan global dan nasional.

“Keterlibatan perempuan dalam konteks global adalah cermin dari seberapa serius kita menempatkan perempuan sebagai pengambil keputusan, bukan sekadar penerima dampak,” kata Puan Maharani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam forum ‘Perempuan di Parlemen: Dari Representasi Menuju Transformasi Kebijakan’ yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026, Puan mengatakan tantangan global seperti ketegangan geopolitik, krisis iklim, hingga persoalan keamanan manusia menuntut keterlibatan perempuan dalam proses penyusunan kebijakan negara.

Puan menyebut penguatan peran perempuan tidak cukup berhenti pada representasi politik, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan konkret yang terintegrasi dalam sistem pemerintahan.

“Komitmen yang tersambung dengan kebijakan nyata. Komitmen yang terintegrasi ke dalam sistem negara. Komitmen yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) memiliki posisi strategis untuk menjembatani Parlemen dengan pemerintah, masyarakat sipil, hingga komunitas internasional dalam memperkuat agenda pemberdayaan perempuan.

Menurut Puan, transformasi kebijakan membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan legislasi dengan realitas di masyarakat, termasuk memperkuat suara perempuan di tingkat akar rumput.

“Ekosistem yang menghubungkan regulasi dengan advokasi, yang menghubungkan legislasi dengan realitas di lapangan, yang menghubungkan suara perempuan di akar rumput dengan kebijakan yang lahir di Senayan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPPRI Sarifah Ainun Jariyah mengatakan KPPRI akan memperkuat agenda advokasi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong kebijakan yang berdampak langsung terhadap perempuan dan anak.

“Jadi, bukan hanya kegiatan seremonial, tapi kegiatan-kegiatan advokasi yang pasti kegiatan tersebut bisa berdampak dalam kebijakan untuk perempuan berdaya,” ujarnya.

KPPRI juga akan memperluas kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, NGO, serta mitra internasional untuk memperkuat dukungan terhadap pemberdayaan perempuan dan demokrasi inklusif.

Ketua Panitia Forum KPPRI Amelia Anggraini menambahkan perspektif perempuan penting dalam proses pengambilan kebijakan publik di tengah tantangan ekonomi, transformasi digital, dan perubahan sosial.

“Perspektif perempuan menjadi sangat penting dalam proses pengambilan kebijakan publik,” kata Amelia.

DPR
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?