Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Kondisi Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Jadi Perhatian Penuh DPR

20 Februari 2026

Komisi I DPR: Presiden Perlu Diberi Kesempatan Bela Palestina di BoP

20 Februari 2026

Pengadaan Kendaraan Kopdes Merah Putih Berdampak pada Industri

20 Februari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kondisi Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Jadi Perhatian Penuh DPR
  • Komisi I DPR: Presiden Perlu Diberi Kesempatan Bela Palestina di BoP
  • Pengadaan Kendaraan Kopdes Merah Putih Berdampak pada Industri
  • DPR Minta Pemerintah Kedepankan Pendekatan Persuasif di Papua
  • DPR Tegaskan Pentingnya Peningkatan Kesejahteraan Guru
  • DPR Soroti Isu Reformasi Bea Cukai Hingga Kesehatan Mental Anak
  • Satgas Galapana DPR Gelar Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemerintah
  • DPR Resmikan Relokasi 8 Rumah Korban Longsor di Bandung
Jumat, Februari 27
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Pengadaan Kendaraan Kopdes Merah Putih Berdampak pada Industri

Pengadaan Kendaraan Kopdes Merah Putih Berdampak pada Industri

redaksiBy redaksi20 Februari 2026Updated:26 Februari 2026 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menilai pengadaan kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun dari produsen otomotif asal India yang diamankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara akan berdampak pada struktur industri otomotif nasional.

Apalagi, tujuan pengadaan itu untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dia mendukung pernyataan Kementerian Perindustrian soal industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap hingga sekitar satu juta unit per tahun.

Menurut dia, kapasitas tersebut menunjukkan bahwa industri dalam negeri sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga, khususnya tipe penggerak dua roda (4×2).

“Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional,” kata Evita di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Legislator dari Frakai PDI Perjuangan ini menyebut pengadaan pemerintah harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri dalam negeri. Terlebih lagi kapasitas produksi nasional sangat memadai.

Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dan rasionalisasi spesifikasi teknis, terutama apabila pengadaan diarahkan pada tipe penggerak empat roda (4×4).

Evita mengungkapkan tidak semua jalan desa di Indonesia membutuhkan fungsi 4×4, karena mayoritas distribusi logistik desa masih dapat dilayani kendaraan 4×2 produksi dalam negeri.

“Kalau memang ada wilayah dengan kondisi geografis ekstrem yang membutuhkan 4×4, itu harus dipetakan secara spesifik. Tidak bisa digeneralisasi. Harus ada kajian kebutuhan berbasis data dan kondisi riil di lapangan,” kata dia.

Selain itu, Evita menambahkan bahwa kendaraan 4×4 memiliki harga pembelian dan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan 4×2, sehingga keputusan spesifikasi harus mempertimbangkan efisiensi anggaran dan keberlanjutan operasional koperasi.

Dia mengingatkan bahwa kewajiban penggunaan produk dalam negeri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 serta Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa kementerian/lembaga wajib mengutamakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 25 persen atau kombinasi TKDN dan bobot manfaat perusahaan minimal 40 persen.

Evita mengingatkan bahwa impor hanya dapat dilakukan apabila produk dalam negeri tidak tersedia atau volumenya tidak mencukupi.

“Karena itu, argumentasi ketidaktersediaan harus dijelaskan secara objektif. Jangan sampai spesifikasi teknis justru membuat produk dalam negeri dianggap tidak tersedia,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa penguatan industri dalam negeri merupakan bagian dari strategi industrialisasi nasional yang konsisten disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

“Pengadaan sebesar ini harus menjadi momentum untuk memperkuat manufaktur nasional dan mendorong substitusi impor,” katanya.

DPR
redaksi

Keep Reading

Kondisi Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Jadi Perhatian Penuh DPR

Komisi I DPR: Presiden Perlu Diberi Kesempatan Bela Palestina di BoP

DPR Minta Pemerintah Kedepankan Pendekatan Persuasif di Papua

DPR Tegaskan Pentingnya Peningkatan Kesejahteraan Guru

DPR Soroti Isu Reformasi Bea Cukai Hingga Kesehatan Mental Anak

Satgas Galapana DPR Gelar Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemerintah

Berita Terkini

Kondisi Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Jadi Perhatian Penuh DPR

20 Februari 2026

Komisi I DPR: Presiden Perlu Diberi Kesempatan Bela Palestina di BoP

20 Februari 2026

DPR Minta Pemerintah Kedepankan Pendekatan Persuasif di Papua

19 Februari 2026

DPR Tegaskan Pentingnya Peningkatan Kesejahteraan Guru

19 Februari 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?