Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Sabtu, Agustus 15
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Pemerintah Didorong Tetapkan Status Bencana Nasional Untuk Sumatra dan Aceh

Pemerintah Didorong Tetapkan Status Bencana Nasional Untuk Sumatra dan Aceh

redaksiBy redaksi28 November 2025Updated:10 Desember 2025 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mendorong pemerintah menetapkan banjir dan longsor Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatr Barat (Sumbar) menjadi status darurat bencana nasional.

Status darurat bencana nasional harus diterapkan karena dampak dari skala bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah jauh melampaui penanganan pemerintah daerah.

“Ya, kemarin sudah ada perbincangan di rapat nasional oleh pemerintah, dan DPR juga mengusulkan ini bencana nasional, tidak lagi bencana kabupaten, tidak bencana provinsi. Cukup luar biasa sebetulnya,” kata Marwan kepada wartawan, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2025.

Marwan saat ini tengah berada di Medan, Sumut. Dia mengatakan kondisi air di Medan mulai surut, namun masih banyak titik-titik daerah yang tergenang.

Selain itu, masih banyak pula warga yang belum terevakuasi dengan baik. Oleh karena itu, bencana banjir ini seharusnya sudah dapat ditetapkan sebagai skala nasional.

“Ini saya kira kategori bencananya ya sudah bisa disebut berskala nasional. Kalau sudah berskala nasional, lintas K/L (Kementerian/Lembaga), ayo sama-sama, karena memang tidak tertangani oleh satu pihak saja, Kemensos atau BNPB, karena ada infrastruktur jalan yang harus dibenahi,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi PKB ini mengatakan dalam 24 jam atau 48 jam, fokus pemerintah harus sepenuhnya diarahkan pada penanganan darurat. Di antaranya, mulai dari penyelamatan warga yang terjebak, evakuasi warga, hingga distribusi kebutuhan dasar.

“Kalau di daerah Tapanuli, di Aceh, Sumatera, itu memang sudah terlalu berat. Jalan banyak yang putus karena longsor, jalan banyak yang tertutup karena longsoran bukit, gunung, jembatan yang putus karena gelondongan kayu,” ujarnya.

“Saya kira langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah, penanganan kedaruratan dahulu. Penanganan kedaruratan ini pertama, ya menyelamatkan warga yang masih dalam keadaan mengungsi. Mengungsi, ada yang menyelamatkan diri di bukit-bukit, ada yang terjebak di rumah. Ini penting dilakukan,” timpal dia.

Marwan mengakui kemampuan pemerintah menjadi terbatas lantaran peristiwa bencana ini terjadi secara serentak. Namun, dia berharap pemerintah dapat mempercepat pembukaan akses jalan yang tertutup, khususnya di Sibolga.

“Kita berharap, hari ini jalan menuju Sibolga sudah bisa diakses supaya dukungan bisa segera menangani berbagai hal yang dibutuhkan warga,” ujarnya.

Meski begitu, Marwan mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya mengirim bantuan lewat udara. Namun, dia mengatakan pengiriman lewat udara masih belum bisa cukup maksimal.

“Kemampuan angkut helikopter itu tidak besar. Sementara bantuan-bantuan yang kita kirim masih tertahan di titik-titik yang tidak bisa dilewati, umpamanya menuju Sibolga dari via Tarutung sudah tertahan di Tarutung, via Tarutung-via Sipirok juga sudah tertahan karena ada beberapa jalan yang tidak bisa lewat,” kata dia.

DPR
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?