Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

16 April 2026

KWP Award 2026, Lia Istifhama Sabet Penghargaan Senator Penguat Kebijakan Publik

16 April 2026

KWP Award 2026 Jadi Pemicu Ibas Perkuat Komitmen Pengembangan Ekonomi Pedesaan

16 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026
  • KWP Award 2026, Lia Istifhama Sabet Penghargaan Senator Penguat Kebijakan Publik
  • KWP Award 2026 Jadi Pemicu Ibas Perkuat Komitmen Pengembangan Ekonomi Pedesaan
  • Peduli Kesejahteraan Rakyat, Fraksi Demokrat Raih Penghargaan KWP Award 2026
  • Eksistensi Mimika Diakui di Jakarta, Bupati Johannes Rettob Sabet Penghargaan Inovasi Daerah KWP Award 2026
  • Sugiat Santoso Dinobatkan KWP 2026 Sebagai Legislator Peduli HAM
  • Harga BBM Stabil, Wihadi Wiyanto: Ekonomi Kita Tetap Terjaga
  • Ketua Komisi XII DPR: Pembangunan Pabrik Baterai EV Momentum Akselarasi Transisi Energi
Rabu, April 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Dewi Yustisiana Dorong Pemerintah Manfaatkan Kerja Sama Energi dengan Brazil

Dewi Yustisiana Dorong Pemerintah Manfaatkan Kerja Sama Energi dengan Brazil

redaksiBy redaksi25 Oktober 2025Updated:16 November 2025 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana mendorong pemerintah RI memanfaatkan peluang kerja sama di bidang energi dengan Brazil sebaik mungkin. Kerja sama itu disebut sebagai tindak lanjut hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.

“Kerja sama Indonesia-Brazil ini bukan hanya simbol diplomasi, tetapi langkah nyata memperkuat energi bersih dan nilai tambah sumber daya alam kita. Indonesia harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” kata Dewi di Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.

Dia menyambut baik penguatan kerja sama energi antara Indonesia dan Brazil yang disepakati dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Lula di Istana Merdeka Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kolaborasi itu memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional dan percepatan transisi energi menuju Indonesia Emas 2045.

Dia menekankan ruang lingkup kerja sama yang mencakup migas, energi baru terbarukan, efisiensi energi, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret berbasis kebutuhan nasional.

Dewi lebih lanjut mengatakan, bioenergi menjadi sektor yang paling cepat memberikan hasil nyata. Dalam hal ini, dia menyoroti Brazil sebagai produsen etanol terbesar kedua di dunia dan sukses menerapkan mandatori bioetanol, seperti E30 hingga E100 di berbagai wilayah.

Indonesia, kata dia, dapat mengadopsi pengalaman tersebut untuk memperkuat program bahan bakar minyak campuran etanol E10 yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Alih teknologi dari Brazil akan membantu kita menghadirkan energi yang lebih ramah lingkungan dengan dampak ekonomi langsung bagi petani dan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, implementasi bioetanol juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor energi hijau, mulai dari budi daya bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, hingga distribusi.

Selain itu, petani akan menjadi aktor utama dalam rantai pasok etanol karena pemanfaatan komoditas seperti tebu, jagung, dan singkong yang dapat meningkatkan pendapatan daerah sentra pertanian.

“Kalau ekosistemnya terbangun, program ini akan menggerakkan ekonomi pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan-energi kita sekaligus,” kata dia.

Dewi mengatakan sejumlah provinsi memiliki potensi besar sebagai basis produksi etanol nasional. Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan menjadi sentra utama tebu, sementara Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara mulai berkembang sebagai pusat produksi baru di kawasan timur.

Di sisi lain, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Barat, serta Papua memiliki peluang kuat untuk pengembangan jagung dan singkong sebagai bahan baku energi terbarukan di masa mendatang.

Dewi menambahkan Komisi XII DPR RI akan mengawal ketat realisasi kerja sama energi antara RI dan Brazil agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.

“Kita ingin hasil konkret: energi bersih yang terjangkau, nilai tambah di dalam negeri, peningkatan pendapatan petani, dan lapangan kerja baru. Jika dieksekusi dengan tepat, ini momentum lompatan besar menuju kemandirian energi nasional,” ucapnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

KWP Award 2026, Lia Istifhama Sabet Penghargaan Senator Penguat Kebijakan Publik

KWP Award 2026 Jadi Pemicu Ibas Perkuat Komitmen Pengembangan Ekonomi Pedesaan

Peduli Kesejahteraan Rakyat, Fraksi Demokrat Raih Penghargaan KWP Award 2026

Eksistensi Mimika Diakui di Jakarta, Bupati Johannes Rettob Sabet Penghargaan Inovasi Daerah KWP Award 2026

Sugiat Santoso Dinobatkan KWP 2026 Sebagai Legislator Peduli HAM

Berita Terkini

Li Claudia Chandra: Sang Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

16 April 2026

KWP Award 2026, Lia Istifhama Sabet Penghargaan Senator Penguat Kebijakan Publik

16 April 2026

KWP Award 2026 Jadi Pemicu Ibas Perkuat Komitmen Pengembangan Ekonomi Pedesaan

16 April 2026

Peduli Kesejahteraan Rakyat, Fraksi Demokrat Raih Penghargaan KWP Award 2026

16 April 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?