Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Senin, Agustus 17
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Singgih Januratmoko Apresiasi Revitalisasi Dua Hotel BUMN di Bali

Singgih Januratmoko Apresiasi Revitalisasi Dua Hotel BUMN di Bali

redaksiBy redaksi25 April 2025Updated:7 Mei 2025 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko mengapresiasi revitalisasi dua hotel yang dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN), sebagai bagian dari induk Holding BUMN PT Aviata atau ‘Injourney’.

Dua hotel yang direvitalisasi itu adalah Hotel Grand Inna Bali Beach menjadi Bali Beach Hotel, dan The Meru Sanur. Salah satu aspek yang direvitalisasi adalah dengan menaikkan standar bintang 5+ (luxury).

Dengan adanya renovasi hotel tersebut diharapkan mampu menaikkan daya saing dengan hotel sekelasnya. Diketahui, pada bulan Oktober 2021, pemerintah resmi menunjuk perusahaan PT Aviata sebagai induk holding BUMN bidang aviasi (penerbangan) dan pariwisata, yang beranggotakan Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Hotel Indonesia Natour, Sarinah, dan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

“Terkait bisnis BUMN di sektor perhotelan, PR besar dari BUMN memang banyak hotel kita itu yang masih ketinggalan karena usia bangunannya sudah cukup lama. Sehingga, diperlukan renovasi cukup besar agar dapat kembali bersaing dengan para kompetitor dan meningkatkan kualitas layanan hotel,” ungkap Singgih dalam Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi VI ke Badung, Bali, Senin (22/4/2022).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menambahkan pada 2023 lalu Holding BUMN Perhotelan juga melakukan rebranding hotel Grand Inna Kuta menjadi Truntum Kuta di Kuta Bali. Kuta merupakan kawasan destinasi wisata cukup strategis, sehingga sudah seharusnya fasilitas hotelnya direnovasi agar bisa kembali bersaing.

“Memang bintangnya enggak harus 5 minimal 4 atau 3 tapi kan benar-benar daerahnya strategis, banyak wisatawan asing di sana. Harapan kita setelah direnovasi dan rebranding nanti bisa meningkatkan kuantitas hunian. Begitu juga Hotel Grand Inna Jogja sudah lumayan dan sekarang sudah mulai ada renovasi dan  kita harapkan nanti segera dibuka hotelnya dan bisa bersaing dengan hotel lainnya di Jogja,” tandasnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah V ini berharap dengan adanya renovasi hotel yang kualitasnya baik akan memberikan keuntungan yang optimal. Beberapa hotel BUMN yang telah mendapatkan profit pascarevitalisasi, salah satunya adalah Grand Inna Jogja di Malioboro, Yogyakarta. Benchmark ini, m menurutnya, patut diapresiasi dan dicontoh tata kelolanya oleh hotel BUMN lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Hotel Indonesia Natour (HIN), Christinr Hutabarat menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memang sedang melakukan renovasi sekaligus rebranding hotel-hotel yang dikelola BUMN. Hal itu agar meningkatkan kualitas layanan yang pada akhirnya mampu menaikkan tingkat hunian hotel serta keuntungan secara optimal.

“PT Hotel Indonesia Natour atau HIN (Persero) bergabung dalam dua holding yang sedang dibentuk BUMN, yakni holding hotel serta holding pariwisata dan pendukung. Selain sebagai operator hotel, HIN bakal melebarkan bisnisnya di hospitality industry,” urainya.

Christinr menjelaskan untuk mencapai skala bisnis yang optimal, peran sebagai pemilik (ownership) dan operator akan dipisah dalam holding hotel BUMN. Aset hotel akan dikumpulkan di PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), termasuk 11 hotel milik HIN yang akan diserahkan kepada Wika Realty.

“Sedangkan komersialisasinya akan dikelola oleh joint venture antara Wika Realty dan HIN, yakni Hotel Indonesia Group (HIG). Mayoritas kepemilikan HIG dimiliki oleh HIN dengan porsi 51%, sedangkan 49% saham HIG dikantongi Wika Realty,” pungkasnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?