Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris memimpin kunjungan kerja spesifik ke sejumlah wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Charles mewakili tim yang lain menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban. Dalam kunjungan itu, Komisi IX DPR RI juga menyalurkan bantuan kepada para korban.
“Atas nama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores pada tanggal 15 Agustus 2026, khususnya kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” kata Charles dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Berdasarkan data hingga 21 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi NTT bertambah menjadi 83 jiwa, korban luka-luka sebanyak 986 jiwa, dan 110.785 jiwa mengungsi.
Bencana ini juga menyebabkan sedikitnya 44.946 rumah warga di delapan kabupaten mengalami kerusakan, dengan dampak terparah tercatat di Kabupaten Manggarai Timur.
“Komisi IX DPR RI memandang bahwa penanganan pascagempa perlu dilakukan dalam kerangka koordinasi regional Flores, khususnya dalam memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan dan sistem rujukan antarkabupaten,” katanya.
Charles mendorong ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, dan alat kesehatan yang memadai untuk merawat ribuan korban. Parlemen juga memastikan pemulihan operasional fasilitas publik agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah situasi darurat.
“Komisi IX DPR RI ingin memperoleh satu gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi korban dan pengungsi, kerusakan dan operasional fasilitas kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan alat kesehatan, sistem rujukan, pelayanan JKN, keamanan obat dan makanan, serta kebutuhan pangan dan gizi,” katanya.
Komisi IX DPR RI mendistribusikan berbagai bantuan logistik esensial seperti 10 buah tenda ukuran 6 x 14 meter, 2.286 kaleng sarden, 1.435 buah kornet, 544 buah beras porang, 30 kuintal beras, 25.700 unit air mineral dalam berbagai kemasan, 828 botol susu untuk anak, dan 2.062 buah makanan siap konsumsi atau Retort Food. Distribusi bantuan ini disalurkan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

