Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
  • BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open
  • BNI Kembali Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
  • Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
  • Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, BNI: Hasil Nyata Pembinaan Atlet Muda
  • BNI dan PBSI Perkuat Pembinaan Atlet Muda, Indonesia Open Jadi Ajang Bangun Mental Juara
Selasa, Juni 16
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Jalal Abdul Nasir Ingatkan Dampak Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Jalal Abdul Nasir Ingatkan Dampak Dinamika Geopolitik Timur Tengah

redaksiBy redaksi14 Maret 2026Updated:8 April 2026 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir mengingatkan dinamika politik yang melibatkan negara-negara kawasan Teluk berpotensi memengaruhi ketahanan energi nasional, stabilitas fiskal negara, serta daya beli masyarakat.

“Situasi geopolitik di Timur Tengah tidak boleh dipandang sebagai isu yang jauh dari kepentingan Indonesia. Dampaknya dapat langsung dirasakan pada sektor energi dan ekonomi nasional,” kata Jalal dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu, 13 Maret 2026.

Dia mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi masih cukup tinggi. Konsumsi minyak nasional berada pada kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik masih sekitar 600 ribu barel per hari.

“Artinya, lebih dari 60 persen kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM jadi. Kondisi ini membuat Indonesia cukup sensitif terhadap gejolak harga energi global,” ucapnya.

Gangguan distribusi energi dunia juga dipahami dapat terjadi ketika jalur perdagangan minyak internasional mengalami ketegangan. Salah satu jalur paling strategis yang sering menjadi perhatian global adalah Selat Hormuz.

“Sekitar 20 hingga 30 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Apabila terjadi gangguan distribusi di kawasan tersebut, harga minyak global hampir pasti terdorong naik,” katanya.

Menurutnya, dampal kenaikan harga minyak dunia diketahui dapat memengaruhi kondisi fiskal Indonesia. Dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sektor energi masih menjadi komponen yang cukup sensitif terhadap perubahan harga minyak.

“Setiap kenaikan sekitar USD10 per barel berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi hingga triliunan rupiah. Pola ini sudah beberapa kali terjadi ketika eskalasi geopolitik meningkat,” kata Jalal.

Selain berdampak pada fiskal negara, dinamika global juga dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan. Perubahan sentimen global sering mendorong arus modal keluar dari negara berkembang.

“Dalam situasi seperti ini, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi sangat penting agar inflasi tetap berada dalam target” ucapnya.

Legislator dari Fraksi PKS ini menyebut kenaikan harga energi juga dipahami dapat memberikan efek berantai terhadap sektor lain. Biaya logistik, harga pangan, tarif transportasi, serta biaya produksi industri berpotensi meningkat apabila volatilitas energi tidak diantisipasi dengan baik.

“Jika tekanan energi tidak diantisipasi secara matang, daya beli masyarakat bisa ikut tergerus. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan sejak awal,” tegas Jalal.

Dia juga menilai momentum dinamika global tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Berbagai langkah strategis dipandang penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“Indonesia perlu mempercepat peningkatan lifting migas nasional, memperkuat cadangan energi strategis, memperluas pengembangan energi baru terbarukan, serta memastikan subsidi energi semakin tepat sasaran,” ujar Jalal.

Dia mengungkapkan ketahanan energi pada akhirnya dipahami tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan. Tata kelola yang kuat serta arah kebijakan yang berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional.

“Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional. Dengan langkah strategis dan berbasis data, Indonesia dapat memperkuat kedaulatan energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi,” tegas Jalal.

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026

BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open

12 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?