Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
  • BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open
  • BNI Kembali Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
  • Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
  • Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, BNI: Hasil Nyata Pembinaan Atlet Muda
Rabu, Juni 17
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Industri Susu Punya Peran Strategis dalam Program MBG

Industri Susu Punya Peran Strategis dalam Program MBG

redaksiBy redaksi6 Februari 2026Updated:26 Februari 2026 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya industri susu nasional dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, seluruh komponen pendukung MBG harus dipastikan terpenuhi, terutama susu yang merupakan salah satu sumber gizi penting bagi anak-anak.

“Susu adalah salah satu makanan bergizi yang dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Karena itu, ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan,” kata Saleh, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 6 Februari 2026.

Namun menurutnya, masih terdapat ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan susu nasional, dan ia meminta agar kekurangan tersebut dapat segera dipenuhi dan dikejar oleh pemerintah.

Terlebih, Program MBG menempatkan produk susu sebagai bagian dari ekosistem pangan bernutrisi yang membutuhkan dukungan industri dengan kapasitas produksi memadai, standar mutu yang tinggi, serta rantai pasok yang stabil dan terintegrasi dengan sumber bahan baku dalam negeri.

Keterbatasan pasokan tersebut berdampak langsung pada rendahnya frekuensi konsumsi susu anak. Sehingga anak-anak Indonesia saat ini diperkirakan belum mengonsumsi susu setiap hari, dan baru sekitar tiga kali dalam seminggu.

Oleh sebab itu, Saleh menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme peternak lokal. Karena masih banyak susu hasil peternak yang belum memenuhi standar industri, sehingga tidak dapat terserap optimal oleh perusahaan pengolahan.

“Ini menjadi tugas pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk memberikan pendidikan dan edukasi agar peternak kita bisa lebih profesional,” ungkapnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?