Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H
  • Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif
  • BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect
  • BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking
  • BNI Perkuat Mental Juara Atlet Muda, Alwi dan Ubed Tembus Semifinal Australian Open
  • BNI Kembali Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
  • Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
  • Raymond/Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026, BNI: Hasil Nyata Pembinaan Atlet Muda
Jumat, Juni 19
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Meninggalnya Balita Akibat Tubuh Dipenuhi Cacing Sangat Menyayat Hati

Meninggalnya Balita Akibat Tubuh Dipenuhi Cacing Sangat Menyayat Hati

redaksiBy redaksi21 Agustus 2025Updated:16 September 2025 DPR Tidak ada komentar1 Min Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani, menyoroti kasus meninggalnya balita perempuan bernama Raya, asal Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, karena tubuhnya dipenuhi cacing. Menurutnya, kasus tersebut sangat menyayat hati.

“Kasus ini sungguh menyayat hati karena memperlihatkan bagaimana masalah kesehatan anak yang sebenarnya bisa dicegah justru berakhir tragis,” kata Netty, dalam keterangan persnya, Kamis, 21 Agustus 2025.

Ia pun memaklumi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, perangkat desa, kader posyandu, dan petugas kesehatan di daerah tempat Raya tinggal, lantaran terkesam menelantarkan seorang anak yang orangtuanya merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Saya paham kekecewaan masyarakat yang menilai pemerintah desa kurang sigap. Perangkat desa, kader posyandu, PKK, dan bidan desa seharusnya memang menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran agar pemerintah dapat memperbaiki data penerima manfaat dan aksesibilitas layanan dasar yang saat ini masih banyak persoalan.

“Masih banyak keluarga yang terabaikan, tidak memiliki administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan, sehingga tidak bisa tertangani secara layak,” ungkapnya.

“Terakhir, tragedi ini tidak boleh dilihat hanya sebagai kesalahan individu atau aparat desa semata, tetapi sebagai alarm keras bagi kita semua yaitu sistem perlindungan sosial dan kesehatan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat,” kata Netty menegaskan.

DPR
redaksi

Keep Reading

Once Mekel Soroti Kebijakan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

DPR Soroti Kasus Gagal Berangkat Umrah Ribuan Calon Jemaah Hanania Travel

Sumatra Blackout, PLN Harus Beri Kompensasi

TNI Bisa Tangani Begal dengan Mekanisme Perbantuan Polri

DPR Apresiasi Pelayanan Jemaah Reguler Indonesia di Mina

Pelaksanaan Haji 2026, Timwas DPR: Semua Relatif Terkendali

Berita Terkini

BNI Siagakan 13 Kantor Cabang Saat Libur Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, BNI: Regenerasi Atlet Berjalan Positif

14 Juni 2026

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Berkedok Layanan BNIdirect

13 Juni 2026

BNI Borong 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Layanan Transaction Banking

13 Juni 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?