Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyoroti fluktuasi kebutuhan obat yang dipengaruhi oleh perubahan musim dan gaya hidup masyarakat.
Ia pun menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi obat. Hal itu terutama dalam menghadapi
Hal ini disampaikan Ninik sapaan akrabnya saat memimpin kunjungan kerja Panja Komisi IX DPR RI mengenai pengawasan terhadap sistem jaminan keamanan dan mutu obat ke Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (12/9/2024).
“Distribusi obat ini juga kita perlu pikirkan. Produsen membikin obat banyak takutnya tidak laku, nanti expired juga tidak ada yang membutuhkan. Harusnya sebenarnya kan sudah bisa dilihat, kalau musim hujan ini berarti penyakit yang banyak apa nih,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKB ini menambahkan bahwa data mengenai pola penyakit dan kebutuhan obat perlu diperhatikan lebih serius untuk memudahkan kebutuhan obat di setiap daerah.
“Gaya hidup mempengaruhi penyakit dan itu sendiri bisa diprediksi. Nah ini yang perlu kita punya data yang lengkap untuk memutuskan daerah sini pada bulan ini banyak membutuhkan obat apa dan itu bisa dilihat dari data recordnya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengkritisi sistem e-katalog yang sering kali menunjukkan ketersediaan obat yang sebenarnya tidak tersedia.
“Banyak kebutuhan obat di daerah yang pada saat bersamaan di e-katalog tersedia tetapi pada kenyataannya obat tersebut habis. Ini yang menjadi sorotan kita dan harus kita awasi,” tegas Legislator Dapil Jatim III tersebut.
Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memperbaiki sistem distribusi obat agar kebutuhan di seluruh daerah dapat terpenuhi dengan lebih efektif.

