Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Dede Yusuf Kecam Maraknya Perundungan yang Viral di Media Sosial

Dede Yusuf Kecam Maraknya Perundungan yang Viral di Media Sosial

redaksiBy redaksi26 Maret 2024Updated:27 Maret 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengecam aksi bullying atau perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Diketahui kasus tersebut banyak menimpa pelajar dan terjadi di luar jam sekolah, dimana pemberitaan terkait kasus perundungan justru dijadikan konten sebagai ajang untuk viral di media sosial. 

Ia menekankan tidak ada justifikasi pembenaran baik dari segi hukum akan hal tersebut dan mendorong selain sekolah, peran orangtua juga dinilai penting untuk memberikan pemahaman dan pendidikan untuk mencegah terjadinya kasus perundungan. 

“Masalah perundungan ini menjadi begitu luas dengan adanya media sosial dimana berbagai tindakan perundungan tersebut dijadikan konten. Disinilah peran orangtua menjadi penting memberikan pemahaman agar para pelajar ini tidak serta merta menganggap konten perundungan tersebut sebagai justifikasi atau pembenaran akan tindakan perundungan itu sendiri,” jelas Dede usai memimpin Kunspek Komisi X DPR RI ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/3/2024).

Bukan hanyak sekolah, tapi lingkungan rumah dan peran orang tua juga berperan penting mencegah terjadinya aksi perundungan.

“Peran orangtua menjadi penting memberikan pemahaman agar para pelajar ini tidak serta merta menganggap konten perundungan tersebut sebagai justifikasi atau pembenaran,” kata Dede Yusuf.

Selain itu Politisi Partai Demokrat tersebut mengusulkan, pentingnya bagi sekolah untuk kembali menggalakkan berbagai bentuk kegiatan non akademik dalam bentuk ekstrakurikuler.

“Karena energi anak-anak ini kan besar, maka perlu disalurkan melalui berbagai kegiatan non akademik, sehingga para siswa ini menjadi sibuk menyalurkan bakat dan energi mereka yang terpendam,” ungkapnya.

Disamping itu Dede turut menyoroti pemberian sanksi bagi pelaku bullying yang dinilai tidak tegas dan memberikan efek jera, karena pada akhirnya banyak kasus perundungan tersebut berujung dengan damai.

Menurutnya perlu ada sanksi sosial yang bersifat mendidik untuk para pelaku perundungan. 

“Misalnya melakukan tugas yang sifatnya hukuman sosial yang hukumannya tidak dilakuan di sekolah, katakanlah di kantor desa seperti membersihakan wc umum dan sebagainya. Jadi bagaimana memberikan sanksi sosial yang fungsinya bukan menghukum tapi mendidik,” imbuhnya. 

Pada kesempatan yang sama Plh. Sekda Kabupaten Bogor Suryanto Putra menyampaikan khusunya di Kabupaten Bogor, mengingat jumlah penduduk yang cukup banyak dan luas wilayah yang cukup besar, tentu menurutnya mempengaruhi jangkauan kinerja dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). 

Untuk itu ia berharap ada dukungan dari semua stakeholder dalam hal ini diantaranya guru, orangtua, tokoh agama, dan masyarakat dalam mensosialisasikan dan ajak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih positif di lingkungan masyarakat. 

“Tadi disampaikan juga perlu adanya ekstrakurikuler yang cukup untuk diberikan kepada anak-anak di sekolah. Kasus bullying ini kan banyak kejadiannya di luar sekolah, nah akibat banyak kegiatan di luar sekolah maka kita harus menambahkan jam-jam ekstrakurikuler di sekolah agar anak-anak itu jadi banyak aktifitas yang bisa lebih terkontrol,” ungkapnya. 

Ia menambahkan kedepan tim penegak hukum juga bisa melakukan tindakan-tindakan yang lebih tegas terhadap anak-anak yang tindakannya sudah mengarah kepada suatu bentuk kekerasan atau perilaku perundungan terutama di kalangan pelajar. 

“Jika ada pelaporan dari anak yang mengalami suatu kekerasan fisik atau bullying atau seksual itu segera dilaporkan dan berani melaporkan. Dan pihak guru juga segera melakukan tindakan jangan membiarkan dari hal itu. Mudah-mudahan ada rasa jera dari pelaku ini, intinya jangan ada pembiaran yang pada akhirnya kasus serupa terulang kembali,” tandasnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?