Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » DPR Inginkan Keseimbangan Antara Perusahaan Pembiayaan dan Kemampuan Masyarakat

DPR Inginkan Keseimbangan Antara Perusahaan Pembiayaan dan Kemampuan Masyarakat

redaksiBy redaksi16 Maret 2024Updated:26 Maret 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Amir Uskara menekankan asas keseimbangan antara industri Perusahaan Pembiayaan tetap bisa survive dan di sisi lain masyarakat juga tetap terlindungi. 

Hal itu disampaikan Amir saat Komisi XI DPR RI menggelar kunjungan kerja spesifik ke Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (14/3/2023) dalam pertemuan dengan OJK.

“Kami ingin yang pertama bagaimana industri ini tetap bisa survive, tapi juga masyarakatnya terlindungi. Kami tidak ingin masyarakat karena terdesak, kemudian mengambil padahal tidak sesuai dengan kemampuan pengembalian, ini semua kami jaga,” ujar Amir.

Menurutnya, bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri, bukan hanya merupakan momen spiritual. Secara historis, kebutuhan pembiayaan masyarakat pun akan melonjak pada momen suci ini.

Berdasarkan data OJK, peningkatan ini terlihat dari tren data pembiayaan selama lima tahun terakhir yang selalu meningkat di satu bulan sebelum hari Raya Idul Fitri.

Adapun pembiayaan paling besar disumbang oleh kredit kendaraan bermotor, untuk keperluan mudik atau berpergian selama libur lebaran.

Selain sektor multifinance, OJK juga memperkirakan pembiayaan melalui platform ‘Buy Now Pay Later’ akan mengalami tren kenaikan utamanya untuk membeli kebutuhan Ramadan dan tiket mudik Lebaran.

“Kami tidak ingin masyarakat karena terdesak, kemudian mengambil padahal tidak sesuai dengan kemampuan pengembalian,” imbuhnya.

Khususnya aspek kredit kendaraan bermotor, Amir memberi warning kepada perusahaan pembiayaan tetap berhati-hati dalam memberikan kredit agar pertumbuhan piutang tidak diiringi dengan kenaikan risiko kredit.

Terlebih dengan regulasi yang ada saat ini, masyarakat dengan sangat mudah mendapatkan cicilan dari Bank Indonesia (BI).

“Saya kira itu rutin biasanya menjelang Lebaran biasanya ada (kendaraan bermotor, ini juga kita warning kepada industri untuk hati hati karena bagaimanapun kendaraan bermotor saat ini dengan regulasi yang sangat mudah untuk mendapatkan dari BI ya. Itu juga bisa menjadi salah satu sumber masalah buat pembiayaan,” pesannya.

Namun demikian, ungkap Amir, Komisi XI secara garis besar mengapresiasi peran OJK dalam memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya warga Bogor dan Jawa Barat agar memiliki pemahaman yang baik tentang produk layanan keuangan sehingga dapat menggunakan pembiayaan tersebut secara bijak. 

“Sehingga kita bersama dengan OJK hari ini ingin melihat kondisi itu bagaimana di Bogor, Jawa Barat. Dan kami mendapatkan informasi dari seluruh asosiasi dan bahkan industri bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah dalam kontrol dan sesuai aturan yang ada di OJK,” puji Politisi Fraksi PPP ini.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman memproyeksikan terjadi kenaikan permintaan pembiayaan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan puasa dan lebaran, pembelian tiket mudik serta pembelian kendaraan bermotor R2 dan R4. 

Hal ini juga dipicu semakin berkembangnya ‘Buy Now Pay Later’ yang dilakukan masyarakat melalui e-commerce. OJK memproyeksikan pada Maret 2024 pertumbuhan piutang pembiayaan berada pada kisaran 11% hingga 13%.

Hal ini menunjukkan Ramadan memiliki dampak cukup signifikan dengan penyaluran pembiayaan perusahaan pembiayaan.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?