Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

BNI dan BookCabin Luncurkan Kartu Debit Co-Brand, Transaksi Global Dapat Cabin Points

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona
  • BNI dan BookCabin Luncurkan Kartu Debit Co-Brand, Transaksi Global Dapat Cabin Points
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
Jumat, Agustus 21
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Sumariyandono: Jangan Ada Krisis Kepemimpinan di Setjen DPR

Sumariyandono: Jangan Ada Krisis Kepemimpinan di Setjen DPR

redaksiBy redaksi6 Maret 2024Updated:12 Maret 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Sumariyandono mendukung pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan setjen DPR RI.

Ia pun mewanti-wanti kepada pegawai kesetjenan, jangan sampai terjadi krisis kepemimpinan.

“Jangan sampai ada krisis kepemimpinan, jangan sampai juga tidak ada orang yang kita cari kemudian tidak ada di dalam akhirnya kita mencari dari luar,” ungkap Sumariyandono ketika ditemui usai membuka Sosialisasi Manajemen Talenta di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Dono, sapaannya, telah memberikan sambutan dan membuka kegiatan Manajemen Talenta yang diselenggarakan Biro Sumber Daya Manusia Aparatur melalui Bagian PPK ASN Setjen DPR RI.

Adapun kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Ruang KK II Gedung Nusantara ini mengundang pegawai dengan grade 7 yang berjumlah 269 pegawai sebagai pesertanya.

Pandangan Dono, kegiatan ini penting supaya para pegawai kesetjenan memiliki pemahaman yang sama mengenai manajemen talenta. Dimana manajemen talenta ini dikembangkan oleh KemenPAN RB melalui merit sistem bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Itu di dalam mekanisme yang baru ini mengedepankan dua, yaitu adalah dilihat daripada kinerja dan yang kedua adalah dilihat daripada potensi ya. Jadi dua hal itu dicoba untuk dielaborasi lebih detil dengan beberapa elemen sehingga tadi seseorang itu bisa masuk kotak 1 sampai dengan kotak 9 (potensi terbaik dan berada di bidang yang tepat),” jelasnya.

“Nah tujuannya apa? Ingin mencari talenta-talenta terbaik. Dengan kita melakukan pemetaan seperti ini, kita ingin ada calon-calon pemimpin lah ke depan di Setjen DPR RI yang punya potensi sangat sangat tinggi,” sambung Dono.

Ia melanjutkan bahwa Setjen DPR RI hendak membentuk  proses kenaikan atau perpindahan seseorang itu ke dalam jenjang karirnya itu bisa dilakukan secara terbuka, transparan, terencana juga serta tentunya akuntabel sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Maka dari itu ia menilai Persekjen Nomor 15 tahun 2022 perlu diterapkan dengan baik dan diimplementasikan.

“Nah ini harus dipahami oleh setiap pegawai bahwa saat ini bukanlah saatnya lagi mengandalkan hubungan relasi atau politis. Semuanya harus daripada diri sendirinya. Bagaimana kompetensinya, bagaimana kinerjanya, itu dibangun oleh masing masing pegawai, tidak bisa mengandalkan pada relasi dan segala macam,” ujar Dono.

Dengan adanya manajemen talenta ini, seseorang bisa tahu pola karir yang akan dibangunnya. Selain itu, pegawai yang bersangkutan pun akan lebih memahami dirinya pada potensi dan kemampuannya seperti apa.

Maka dari itu, manajemen talenta ini ke depan menjadi pertimbangan seseorang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi lagi.

“Jadi apabila dia berada di kotak 9. Maka dia akan menjadi prioritas utama untuk menduduki jabatan yang masih kosong. Kalau dia di kotak 9. Tapi tentunya juga harus disesuaikan dengan keahliannya, sesuai bidangnya tidak? Jadi tidak berarti bahwa kalau kotak 9 otomatis menduduki, tidak. Tergantung kebutuhan jabatannya,” terangnya

Di akhir dirinya berharap agar para pegawai yang masih muda, yang pola karirnya masih panjang, berusaha untuk mengasah kompetensi dan mencari potensi dirinya.

“Berusahalah untuk meningkatkan kompetensinya, mengasah kompetensinya, mencari potensi yang ada dalam dirinya, mana yang paling tinggi, itulah yang kemudian dipacu,” tutupnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026

BNI dan BookCabin Luncurkan Kartu Debit Co-Brand, Transaksi Global Dapat Cabin Points

21 Agustus 2026

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?