Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen
  • BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa
  • Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025
  • Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini
  • Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman
  • Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan
  • Pimpinan DPR Prihatin Atas Insiden Kecelakaan KRL di Bekasi
  • DPR Soroti Wacana Pemerintah Tutup Program Studi di Perguruan Tinggi
Rabu, Mei 13
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Politisi PKS Soroti Adanya Masalah Keterlambatan Transfer TKDD

Politisi PKS Soroti Adanya Masalah Keterlambatan Transfer TKDD

redaksiBy redaksi7 Februari 2024Updated:20 Februari 2024 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti beberapa permasalahan terkait Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan, salah satunya soal keterlambatan transfer.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi pendalaman pada Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR ke Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Rabu (6/12/2023). 

“Ini permasalahan yang selalu berulang setiap tahunnya. Dan bahkan itu sudah ada whitepaper dari Bappenas tahun 2010 yang menyoroti tentang problem TKDD di daerah. Tapi sampai sekarang saya masih melihat dan belum memperlihatkan adanya perbaikan,” ungkap Anis.

Anis menjelaskan proporsi antara pendapatan asli daerah (PAD) dengan transfer pusat jauh lebih tinggi transfer pusat dimana PAD hanya 20% sementara TKDD 80%, sehingga setiap daerah sangat membutuhkan TKDD tersebut. 

“Artinya di sini bahwa kemandirian fiskal itu belum tercapai di semua Provinsi di Indonesia. Jadi kalau dari pusatnya telat, ini daerah kelabakan,” imbuh Anis.

Masalah lainnya yang sering ditemukan ialah ketika transfer dari Pemerintah Pusat sudah masuk, namun dana tersebut belum bisa digunakan lantara petunjuk teknisnya yang belum turun. Anis berharap Kemenkeu segera memperbaiki masalah ini dan jangan sampai terus terjadi. 

“TKDD itu diharapkan oleh daerah dan memang ini adalah hak daerah. Karena desentralisasi fiskal itu membuat ada kewajiban pemerintah pusat yang menjadi hak daerah untuk mendapatkan itu, dengan konsekuensi daerah harus membangun daerahnya. Jadi ketika transfer pusat itu terlambat, maka terhambat pula pembangunan di daerah,” terang Anis. 

Selanjutnya, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas dan Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan audit terhadap keuangan daerah agar betul-betul melihat dampak pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan penduduk di daerah-daerah metropolitan (daerah maju secara ekonomi).

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak menjamin kesejahteraan penduduknya. Karenanya BPK Perlu menyajikan data apakah penduduk di daerah metropolitan turut sejahtera atau tidak,” tutur Anis.

DPR
redaksi

Keep Reading

Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini

Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman

Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan

Pimpinan DPR Prihatin Atas Insiden Kecelakaan KRL di Bekasi

DPR Soroti Wacana Pemerintah Tutup Program Studi di Perguruan Tinggi

Penguatan Ketahanan Pangan Jadi Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi

Berita Terkini

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026

Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini

11 Mei 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?