Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

WondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian

22 Agustus 2026

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

22 Agustus 2026

Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

22 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • WondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
  • Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD
  • Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
  • BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
Sabtu, Agustus 22
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » DPR: Minimnya Anggaran Jadi Polemik Dalam Upaya Peningkatan Literasi di Kepri

DPR: Minimnya Anggaran Jadi Polemik Dalam Upaya Peningkatan Literasi di Kepri

redaksiBy redaksi16 Juni 2023Updated:3 Juli 2023 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menjelaskan bahwa minimnya anggaran nasional dan daerah masih menjadi polemik dalam upaya peningkatan literasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ia meminta adanya keseriusan dari pemerintah dengan melakukan koordinasi dan kerjasama antar lini di kementerian untuk bisa mengalokasikan anggaran kepada perpustakaan.

Hal ini ia sampaikan usai mempimpin pertemuan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Panja Peningkatan Literasi dan Tenaga Perpustakaan (PLTP) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 16 Juni 2023.

“Jadi semua instansi di kementerian, tidak hanya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi Lembaga Perpustakaan Nasional juga, kemudian Kemenpan RB. Juga ini tadi ada kaitannya dengan anggaran, itu juga dengan Kemendagri,” kata Fikri.

Menurutnya, seharuanya ada mandatori dari Kemendagri yang dituangkan dalam setiap tahun soal jumlah anggaran perpustakaan itu.

“Apakah kemudian sekolah-sekolah itu hanya bisa menggunakan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) semua, nanti kalau semua BOS digunakan untuk membayar guru mana dan sebagainya. Memang harus ada inisiatif dari pemerintahan untuk mengatur semuanya, kalau misalnya inspektorat saja ada 0,9. Sementara perpustakaan 0,3% dari APBD, apakah kita mengharapkan literasi akan bagus, kalau hanya 0.3 % (alokasinya),” ungkap Fikri. 

Selain melalui mandatori alokasi APBN dan APBD Provinsi Kepulauan Riau, Abdul Fikri juga menilai bahwasanya tambahan anggaran bisa didapatkan melalui pengelolaan dana desa. Hanya saja pengelolaan tersebut masih bergantung pada fokus pembangunan kepala desa masing-masing. Sehingga kurang bisa dimaksimalkan. 

“Sesungguhnya kan sudah ada ya bahwa dana desa itu boleh di alokasikan untuk kepentingan perpustakaan desa. Tetapi karena tidak ada sanksi, tidak ada mendatori berapa persen dan sebagainya. Dana desa itu sudah ada kelonggaran untuk boleh menggunakan, dipakai untuk perpustakaan. Tapi mana ada kepala desa yang suka mengalokasikan untuk buku? mereka lebih suka mengalokasikan pada infrastruktur,” tuntut Politisi PKS tersebut.

Sebagai informasi tambahan, minimnya anggaran masih menjadi faktor utama lemahnya peningkatan literasi di Indonesia, terutama di Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini dipengaruhi oleh bentuk geografis Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki pulau sebanyak 2.028 yang tersebar di area seluas 8.270 km persegi. Dimana luas lautan mencapai 96% dan daratan hanya 4%.

Kondisi medan yang berat ini tentu menyebabkan upaya peningkatan literasi tidak berat karena membutuhkan biaya operasional yang besar.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

WondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian

22 Agustus 2026

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

22 Agustus 2026

Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

22 Agustus 2026

BNI WondrX 2026 Sediakan Layanan Perjalanan dari Tiket hingga Visa dalam Satu Zona

21 Agustus 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?