Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI Siapkan Operasional Terbatas dan Layanan Digital Saat Libur Panjang

14 Mei 2026

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI Siapkan Operasional Terbatas dan Layanan Digital Saat Libur Panjang
  • Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen
  • BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa
  • Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025
  • Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini
  • Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman
  • Perlintasan KA Sebidang Jadi Biang Masalah, Lasarus Desak Evaluasi Nasional
  • Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan
Jumat, Mei 15
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Mardani Ingatkan Presiden Jokowi Soal Visi Misi Pendidikan RI

Mardani Ingatkan Presiden Jokowi Soal Visi Misi Pendidikan RI

redaksiBy redaksi12 Mei 2024Updated:3 Juni 2024 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Joko Widodo agar memiliki visi dan misi yang jelas terhadap tumbuh kembang sektor pendidikan di Indonesia. Visi dan misi ini, menurutnya, akan menentukan peradaban bangsa di masa depan.

Sebab itu, walaupun alokasi APBN bersifat terbatas, ia menekankan anggaran pendidikan harus menjadi prioritas negara, bahkan perlu dievaluasi supaya penyalurannya lebih efektif sekaligus berkualitas.

“Pendidikan itu adalah bukan ‘spending’. (Pendidikan) itu investasi. Di negara mana pun namanya anggaran negara pasti terbatas. Nah, karena itu, harus ada prioritas. Artinya, memilih itu bukan (berdasarkan) yang baik dengan yang buruk tetapi yang baik dengan yang terbaik dan pendidikan itulah investasi terbaik,“ tegas Mardani dalam sebuah diskusi virtual, di Jakarta, Jumat (10/5/2024).

 Jika ingin dibandingkan Amerika Serikat dan Singapura, ia berharap Pemerintah Indonesia tidak asal menjiplak kebijakan tanpa menyesuaikan dengan amanat UUD 1945.

“Walaupun kini Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan demokratisasi pendidikan, bukan berarti menciptakan ekosistem pendidikan yang sekadar komersil demi memenuhi kebutuhan industri,” kata dia.

Oleh karena itu, Mardani mengusulkan sejumlah solusi perbaikan sistem pengelolaan institusi pendidikan negara agar tidak tumbang diterjang tuntutan globalisasi.

“Pertama, ‘leader’ harus punya visi dan misi yang jelas. Kedua, evaluasi pengelolaan institusi pendidikan, kita perlu kedepankan kapasitas, kapabilitas, intelektualitas, dan integritas. Ini perlu jadi catatan bersama,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Terakhir, dirinya menegaskan bahwa demokratisasi pendidikan bukan soal komersialisasi pendidikan. Akan tetapi, demokratisasi pendidikan, ungkapnya, memerdekakan generasi bangsa dari kebodohan untuk menuju masa depan yang memiliki peradaban yang mencerahkan, bukan.

Diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah mempersiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20 persen pada APBN 2024. Anggaran tersebut terbagi atas alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, Transfer ke Daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun. Walaupun begitu alokasi anggaran 2024 yang ditetapkan untuk Kemendikbudristekdiktik yang diambil dari belanja pemerintah pusat hanya sebesar Rp97,7 triliun.

Dengan anggaran 2024 sebesar Rp97,7 triliun tersebut, Kemendikbudristekdikti membagi peruntukannya menjadi 6 (enam) program.

Secara rinci berupa Program PAUD dan Wajib Belajar 12 Tahun sebanyak Rp13,9 triliun; Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran sebesar Rp15,8 triliun; Program Pendidikan Tinggi sebesar Rp38,5 triliun; Program Pemajuan dan Pelestarian Bahasa, dan Kebudayaan sebesar Rp3,06 triliun; Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp6,01 triliun; dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp20,2 triliun.

DPR
redaksi

Keep Reading

Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini

Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman

Perlintasan KA Sebidang Jadi Biang Masalah, Lasarus Desak Evaluasi Nasional

Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan

DPR: Perguruan Tinggi Jangan Hanya Jadi ‘Pabrik’ Tenaga Kerja

Pimpinan DPR Prihatin Atas Insiden Kecelakaan KRL di Bekasi

Berita Terkini

BNI Siapkan Operasional Terbatas dan Layanan Digital Saat Libur Panjang

14 Mei 2026

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?