Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Kamis, Agustus 13
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda ยป Jarnas 98: Ada Parpol Yang Berusaha Mendelegitimasi Hasil Pemilu

Jarnas 98: Ada Parpol Yang Berusaha Mendelegitimasi Hasil Pemilu

redaksiBy redaksi20 Februari 2024Updated:20 Februari 2024 Nasional Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Umum Pimpinan Pusat Jaringan Nasional Aktivis 98 (JARNAS ’98) Sangap Surbakti menyerukan kepada seluruh aktivis pergerakan dan aktivis prodemokrasi waspada terhadap gerakan sabotase Pemilu 2024.

“JARNAS ’98 menyerukan seluruh aktivis Indonesia baik itu yang bernaung dalam jaringan JARNAS ’98 untuk mewaspadai gerakan-gerakan sabotase Pemilu 2024.(Jarnas) 98,” kata Sangap dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 20 Februari 2024.

Lebih lanjut aktivis Forkot itu mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengawasi secara intensif proses penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari level terbawah hingga paling atas.

Ajakan ini, kata Sangap, diserukan untuk memastikan penyelenggara pemilu bekerja secara profesional dan transparan tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

“Ada indikasi terstruktur dan masif yang dilakukan Partai Politik tertentu untuk mendelegitimasi hasil pemilu karena tak sesuai kehendak mereka. Langkah ini konyol. Kita harus dukung kerja-kerja penyelenggara,” kata Sangap.

Upaya ini dilakukan untuk membuat Indonesia chaos, agar penilaian dunia dan masyarakat Indonesia melihat bahwa Pemerintahan Jokowi dianggap zalim.

Lebih jauh, Dosen Fakultas Hukum UKI menyampaikan, Partai Politik yang saat ini sedang mendelegitimasi hasil pemilu bukan partai baru. Dia sudah eksis lama. Mereka pertama kali berusaha mendelegitimasi hasil pemilu kala Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) keuar sebagai pemenang Pilpres 2004.

“Sampai pemerintahan SBY berjalan, mereka terus bekerja mendelegitimasi hasil Pipres dengan menyuarakan, SBY neolib. Tapi ketika mereka berkuasa, malah mendukung sosok yang secara terang benderang pemikirannya neolib. Hal-hal seperti ini tak baik untuk jalannya demokrasi,” tutur dia.

Sangap yakin rakyat tak terpengaruh propaganda yang secara berkelindan disuarakan Partai Politik tersebut. Pasalnya, rakyat jengah dengah pola-pola yang dilakukan Partai tersebut. Terlebih, ketika rakyat kesulitan akibat Covid, mereka malah mengambil hak rakyat kecil.

“Jangan karena kalah dalam Pemilu, apa saja dituduh curang, itu tidak elok kelihatan. Kalau memang Partainya hebat dan saksinya kuat, seharusnya dalam 2×24 jam hasil real count itu sudah diketahui. Itu menandakan Partai Politik tersebut lemah dalam manajemen kepartaian,” tutur Sangap.

Banyak Aktivis 98 yang menjadi konsultan politik dalam pilkada-pilkada saja mampu menerapkan sistem penghitungan real count dalam waktu singkat, bahkan 3 jam setelah penghitungan semua dokumen C1 sudah di terima dan dihitung dan diketahui hasilnya.

Sangap Surbakti menjelaskan lebih lanjut, harusnya Partai Politik seluruh Indonesia untuk membenahi manajemen Partai Politiknya, terkadang Partai yang sering ikut pemilu saja tidak ada saksi di TPS.

“Akhirnya ketika hasilnya tidak sesuai harapan menuduh curang. Ini tidak baik bagi demokrasi, karena demokrasi yang sehat modern membutuhkan manajemen Partai Politik modern juga,” kata dia.

“Apalagi Partai Politik yang suka menuduh curang dalam Pemilu 2024, sudah Partainya berbau feodalisme, dimana anak cucu pengurus Partai lebih di utamakan daripada aktivis pergerakan dan aktivis prodemokrasi,” pungkas Sangap.

Sangap Surbakti
redaksi

Keep Reading

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga

BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?