Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Sabtu, Agustus 15
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Abdul Hadi Dorong Percepatan Jalan Bypass Lembar-Kayangan NTB

Abdul Hadi Dorong Percepatan Jalan Bypass Lembar-Kayangan NTB

redaksiBy redaksi17 Februari 2026Updated:26 Februari 2026 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi V DPR RI H Abdul Hadi mendorong pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat ke Pelabuhan Khayangan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipercepat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian PU melalui Balai Jalan Nasional bersama pemerintah provinsi untuk menata rancangannya. Tinggal saat ini penyempurnaan detail engineering desain (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) setelah dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS),” kata Abdul di Lombok Barat, Senin, 16 Februari 2026.

Dia mengatakan sesuai dengan rancangannya jalan bypass ini di bangun melalui jalur selatan dari Pelabuhan Lembar, berlanjut Gerung menuju Lombok Tengah, dan Keruak hingga Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

“Untuk anggaran masih masuk dalam hitungan Rp2 triliun sampai Rp3 triliun, tidak seperti membangun jalan tol seperti rencana awal yang besar Rp22 triliun,” kata Abdul.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) NTB Pulau Lombok mengakui jalan bypass ini di bangun dengan panjang hampir 80 kilometer lebih realistis dilaksanakan daripada harus membangun jalan tol. Mengingat, kemampuan masyarakat (pengguna lalu lintas) setempat untuk membayar tarif tol masih cukup berat.

“Karena tol itu bisnis sifatnya, sehingga kemampuan masyarakat untuk membayar tol tidak bisa. Apalagi banyak catatan di daerah lain tol yang sudah terbangun masih sepi penggunanya,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengungkapkan pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan dimulai pada tahun 2027.

Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, yang kini menjadi Kepala BPBD NTB mengatakan bahwa rencana pembangunan jalan bypass tersebut masih tahap penyusunan DED dan Amdal setelah dilakukan studi kelayakan atau FS..

“Saat ini baru DED dan studi lingkungan. Diharapkan tahun 2027 sudah mulai pembangunan,” ujar Sadimin.

Dia menyebutkan pembangunan jalan bypass ini membutuhkan anggaran Rp3,5 triliun. Anggaran ini mencakup pembangunan jalur baru dari Sengkol Lombok Tengah sampai Pringgabaya Lombok Timur.

Kemudian, peningkatan jalan dari Bundaran Gerung Lombok Barat sampai Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah.

Dari anggaran Rp3,5 triliun, segmen Sengkol-Pringgabaya menyerap porsi terbesar, yakni sekitar Rp2,8 triliun. Sementara itu, peningkatan Bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan Rp700 miliar.

“Tapi ini hitungan kasar nanti baru kelihatan setelah DED tuntas dikerjakan,” kata Sadimin.

Menurutnya, pembangunan jalan bypass merupakan kelanjutan jaringan bypass BIL-Mandalika dan bypass Bundaran Gerung-BIL yang sebelumnya dibangun pemerintah pusat.

Untuk desain trase bypass sengaja diarahkan mengikuti jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman. Strategi ini diambil untuk menghindari lonjakan biaya pembebasan lahan.

DPR
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?