Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur

10 Maret 2026

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

9 Maret 2026

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

9 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur
  • Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
  • Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat
  • Gobel: Sistem Ketahanan Energi Perlu Diperkuat
  • Penegakan Hukum Tak Boleh Bergantung pada Kasus Viral
  • PT TASPEN Sukses Cairkan THR Pensiun 2026 Hingga 97 Persen Penerima
  • RUU PPRT Akan Mewajibkan Penyalur ART Punya Legitimasi
  • Abdul Fikri Minta Pemerintah Utamakan Penyediaan Ekosistem Riset Bagi Penerima LPDP
Minggu, Maret 29
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Robert J Kardinal Jelaskan Praktik Diplomasi Parlemen yang Dijalankan di Kawasan Pasifik

Robert J Kardinal Jelaskan Praktik Diplomasi Parlemen yang Dijalankan di Kawasan Pasifik

redaksiBy redaksi11 Februari 2026Updated:26 Februari 2026 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Robert Joppy Kardinal, memaparkan salah satu praktik diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP di kawasan Pasifik.

Adapun pendekatan dilakukan melalui Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) yang diinisiasi sejak 2018. Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah komunikasi dan kemitraan antarlembaga legislatif di kawasan.

“Melalui parlemen kita sudah dua kali pertemuan dengan 16 negara seluruh parlemen yang ada di Pasifik,” kata Robert, dalam keterangan persnya, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan, konsistensi komunikasi melalui IPPP dapat berkontribusi pada perubahan sikap sejumlah negara di Pasifik. Sehingga, dukungan terhadap posisi Indonesia semakin menguat, dan diplomasi parlemen berjalan beriringan dengan diplomasi pemerintah.

Salah satu isu yang sempat mengemuka di kawasan Pasifik adalah soal segregasi Papua. Beberapa tahun lalu, beberapa negara Pasifik menyatakan dukungan terhadap Papua merdeka, namun dukungan tersebut disinyalir muncul karena informasi yang mereka terima belum utuh.

Hal itu kemudian memengaruhi pernyataan politik yang mereka sampaikan. Situasi tersebut bahkan menjadi perhatian dalam komunikasi antar lembaga legislatif.

Oleh sebab itu, Indonesia memanfaatkan pertemuan pertama IPPP sebagai ruang klarifikasi. Forum tersebut sekaligus menjadi ajang dialog terbuka antara parlemen Indonesia dan parlemen negara-negara Pasifik.

Komunikasi langsung dalam forum tersebut dinilai efektif meredam kesalahpahaman, karena parlemen negara-negara Pasifik bisa memperoleh gambaran yang lebih lengkap. Dengan demikian, dukungan terhadap kedaulatan Indonesia dapat diperkuat.

“Akhirnya mereka mendukung kita, masih tinggal satu saja yaitu Vanuatu yang belum mau datang. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa ada pertemuan lagi. Hal ini penting karena eksekutif jalan, kita parlemen juga jalan sama-sama,” katanya menambahkan

DPR
redaksi

Keep Reading

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

Penegakan Hukum Tak Boleh Bergantung pada Kasus Viral

RUU PPRT Akan Mewajibkan Penyalur ART Punya Legitimasi

Abdul Fikri Minta Pemerintah Utamakan Penyediaan Ekosistem Riset Bagi Penerima LPDP

Habiburokhman: Anggaran MBG Sudah Disepakati Tinggal Diawasi

Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Konflik Timur Tengah

Berita Terkini

ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur

10 Maret 2026

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

9 Maret 2026

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

9 Maret 2026

Gobel: Sistem Ketahanan Energi Perlu Diperkuat

8 Maret 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?