Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen
  • BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa
  • Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025
  • Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini
  • Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman
  • Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan
  • Pimpinan DPR Prihatin Atas Insiden Kecelakaan KRL di Bekasi
  • DPR Soroti Wacana Pemerintah Tutup Program Studi di Perguruan Tinggi
Rabu, Mei 13
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » MPR Fraksi Golkar Soroti Penggunaan Anggaran Pendidikan yang Belum Tepat

MPR Fraksi Golkar Soroti Penggunaan Anggaran Pendidikan yang Belum Tepat

redaksiBy redaksi8 Agustus 2025 MPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Fraksi Partai Golkar MPR RI hari ini menggelar Sarasehan Nasional dengan tema ‘Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045’.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menyoroti masalah dalam anggaran pendidikan di Indonesia yang dinilai belum tepat sasaran.

Padahal menurutnya, pendidikan merupakan jantung dari peradaban sebuah bangsa, yang bukan hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membentuk karakter, mengasah daya nalar, dan menumbuhkan kepekaan sosial. 

Namun sayangnya, masih terdapat banyak masalah, salah satunya, masih banyaknya sekolah-sekolah tidak layak, seperti sekolah tanpa toilet yang di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

“Sekolah-sekolah tidak layak, bahkan ada sekolah yang muridnya 500 orang yang saya temui, tidak mempunyai toilet,” kata Mekeng, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2025.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti masih banyaknya guru honorer yang hanya mendapatkan bayaran sebesar Rp250.000 per bulan, bahkan sampai ada tunggakan hingga sembilan bulan.

Oleh sebab itu, Mekeng berharap anggaran pendidikan yang kurang lebih adalah 20 persen dari APBN atau APBD, dapat dialokasikan untuk menunjang kualitas pendidikan, agar cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

“Jadi kalau kita tidak bergerak dari sekarang untuk minta anggaran pendidikan dialokasikan dengan semestinya kita tidak akan bisa mencapai Indonesia Emas. Yang ada adalah Indonesia cemas,” tandasnya.

MPR
redaksi

Keep Reading

MPR: Tingkatkan Keterampilan Demi Mendorong Kemandirian

Bahas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Eddy Soeparno Bertemu Kepala Daerah

Dedi Iskandar Minta Ada Penguatan Peran DPD Untuk Mengawasi Pemerintah Daerah

HNW Harap BPKH Tak Hanya Jadi Kasir

Catatan Bamsoet: Inisiatif Presiden Prabowo Perbaiki Tatanan yang Tidak Ideal

HNW Apresiasi Teroboson Presiden Soal Kementrian Haji dan Umrah

Berita Terkini

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026

Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini

11 Mei 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?