Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, mengatakan pergantian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) harus menjadi momentum untuk memperkuat kredibilitas fiskal, stabilitas pasar keuangan, dan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, dalam situasi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian, proses transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan harus berlangsung mulus dan memberikan kepastian bahwa arah kebijakan fiskal tetap terjaga.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan transisi berjalan baik, kesinambungan kebijakan terjaga, dan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat,” kata Amin, dalam ketetangan persnya, dikutip Rabu, 16 September 2026.
Meski demikian, pihaknya mengaku optimis dengan kepemimpinan Suahasil Nazara yang telah memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan memahami proses penyusunan APBN, pengelolaan pembiayaan negara, serta dinamika kebijakan fiskal dan pasar keuangan.
“Pak Suahasil bukan orang baru dalam pengelolaan fiskal. Pengalaman tersebut merupakan modal penting untuk menjaga kesinambungan sekaligus melakukan perbaikan terhadap kebijakan yang masih perlu diperkuat,” ungkapnya.
Sementara itu, yang menjadi tantangan utama Menteri Keuangan saat ini adalah menjaga confidence atau kepercayaan pasar. Investor membutuhkan kepastian mengenai arah APBN, pembiayaan defisit, kebijakan perpajakan, pengelolaan utang, serta koordinasi fiskal dan moneter.
“Pasar dapat menerima berbagai pilihan kebijakan sepanjang arahnya jelas, konsisten, dan dapat diprediksi. Karena itu, komunikasi pemerintah harus terukur dan konsisten,” kata Amin menambahkan.

