PT Astra International Tbk menyebut peningkatan literasi masyarakat melalui inisiatif Rumah Koran menjadi titik awal transformasi Desa Sejahtera Astra Kanreapia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, hingga berkembang menjadi salah satu sentra produksi sayuran terbesar di provinsi tersebut.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan Astra meyakini perubahan berkelanjutan dapat dimulai ketika masyarakat memperoleh kesempatan untuk belajar, mengembangkan kapasitas, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Astra percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan berawal dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Melalui Desa Sejahtera Astra, kami terus mendampingi masyarakat melalui kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan agar potensi lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Boy dalam keterangan tertulis pada Senin, 27 Juli 2026.
Rumah Koran merupakan inisiatif Jamaluddin Daeng Abu, penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang pendidikan sekaligus penggerak Desa Sejahtera Astra Kanreapia. Program tersebut bermula dari keprihatinannya terhadap rendahnya tingkat literasi masyarakat dengan memanfaatkan lembaran koran yang ditempel di dinding sebuah kandang bebek sebagai media belajar.
Melalui ruang belajar sederhana itu, warga mulai meningkatkan kemampuan membaca dan memahami informasi, termasuk pengetahuan mengenai budidaya pertanian. Peningkatan literasi tersebut kemudian mendorong perkembangan sektor pertanian, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Saat ini, Desa Sejahtera Astra Kanreapia memiliki dua Rumah Koran yang berfungsi sebagai pusat literasi sekaligus destinasi wisata edukasi.
Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2021, Kanreapia mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang telah menjangkau sekitar 1.000 penerima manfaat. Pendampingan meliputi penguatan literasi, penerapan pertanian organik, pelestarian sumber mata air, pembangunan embung, pengembangan budidaya hortikultura, hingga pemasaran hasil pertanian.
Program tersebut juga diperkuat melalui Sekolah Alam Desa Sejahtera Astra Kanreapia yang setiap tahun meluluskan sekitar 15 peserta didik sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Menurut Astra, berbagai upaya tersebut telah meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan informasi untuk memperbaiki teknik budidaya dan produktivitas pertanian. Desa Kanreapia kini menjadi salah satu sentra sayuran di Sulawesi Selatan yang menopang perekonomian masyarakat setempat.
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, hasil panen dari desa tersebut juga disalurkan melalui program Sedekah Sayur kepada 100 panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan di Sulawesi Selatan.
Astra menilai transformasi Desa Sejahtera Astra Kanreapia menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana melalui peningkatan literasi masyarakat. Program tersebut juga disebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan potensi lokal, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.

