Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur

10 Maret 2026

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

9 Maret 2026

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

9 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur
  • Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
  • Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat
  • Gobel: Sistem Ketahanan Energi Perlu Diperkuat
  • Penegakan Hukum Tak Boleh Bergantung pada Kasus Viral
  • PT TASPEN Sukses Cairkan THR Pensiun 2026 Hingga 97 Persen Penerima
  • RUU PPRT Akan Mewajibkan Penyalur ART Punya Legitimasi
  • Abdul Fikri Minta Pemerintah Utamakan Penyediaan Ekosistem Riset Bagi Penerima LPDP
Minggu, Maret 29
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Industri Susu Punya Peran Strategis dalam Program MBG

Industri Susu Punya Peran Strategis dalam Program MBG

redaksiBy redaksi6 Februari 2026Updated:26 Februari 2026 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya industri susu nasional dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, seluruh komponen pendukung MBG harus dipastikan terpenuhi, terutama susu yang merupakan salah satu sumber gizi penting bagi anak-anak.

“Susu adalah salah satu makanan bergizi yang dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Karena itu, ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan,” kata Saleh, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 6 Februari 2026.

Namun menurutnya, masih terdapat ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan susu nasional, dan ia meminta agar kekurangan tersebut dapat segera dipenuhi dan dikejar oleh pemerintah.

Terlebih, Program MBG menempatkan produk susu sebagai bagian dari ekosistem pangan bernutrisi yang membutuhkan dukungan industri dengan kapasitas produksi memadai, standar mutu yang tinggi, serta rantai pasok yang stabil dan terintegrasi dengan sumber bahan baku dalam negeri.

Keterbatasan pasokan tersebut berdampak langsung pada rendahnya frekuensi konsumsi susu anak. Sehingga anak-anak Indonesia saat ini diperkirakan belum mengonsumsi susu setiap hari, dan baru sekitar tiga kali dalam seminggu.

Oleh sebab itu, Saleh menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme peternak lokal. Karena masih banyak susu hasil peternak yang belum memenuhi standar industri, sehingga tidak dapat terserap optimal oleh perusahaan pengolahan.

“Ini menjadi tugas pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk memberikan pendidikan dan edukasi agar peternak kita bisa lebih profesional,” ungkapnya.

DPR
redaksi

Keep Reading

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

Penegakan Hukum Tak Boleh Bergantung pada Kasus Viral

RUU PPRT Akan Mewajibkan Penyalur ART Punya Legitimasi

Abdul Fikri Minta Pemerintah Utamakan Penyediaan Ekosistem Riset Bagi Penerima LPDP

Habiburokhman: Anggaran MBG Sudah Disepakati Tinggal Diawasi

Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Konflik Timur Tengah

Berita Terkini

ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur

10 Maret 2026

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

9 Maret 2026

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

9 Maret 2026

Gobel: Sistem Ketahanan Energi Perlu Diperkuat

8 Maret 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?