Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini menegaskan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) harus mengutamakan keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ini dia sampaikan dalam rapat Panitia Kerja bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2026.
Novita menilai hingga kini belum ada pemaparan yang transparan dan terukur terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan-perusahaan AMDK yang tercatat di Kemenperin.
Padahal, kata dia, industri itu memanfaatkan sumber daya alam secara masif. Terutama, penggunaan air tanah, yang di sejumlah daerah telah memicu kekeringan dan krisis air bersih.
“Negara harus tahu dan berani membuka data. Setiap tahun, apa kontribusi sosial dan lingkungan industri AMDK? Jangan sampai eksploitasi air berjalan, tapi tanggung jawabnya nihil,” kata Novita.
Selain soal lingkungan, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga menyoroti celah serius dalam pengawasan pascaproduksi (post-market). Dia mengungkapkan bahwa penurunan kualitas air kerap tidak terjadi di pabrik, melainkan di tingkat distribusi.
Di samping dari itu, dia mengatakan bila galon air yang disimpan dan dijemur terlalu lama di bawah terik matahari berpotensi memicu migrasi zat kimia dari plastik ke air sehingga membahayakan kesehatan konsumen.
“Air yang awalnya layak konsumsi bisa berubah menjadi ancaman kesehatan karena lemahnya pengawasan distribusi. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan absennya standar disiplin yang ketat dan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah terhadap rantai pasok industri AMDK.
Untuk itu, dia mengingatkan Kemenperin tidak cukup hanya mengawal produksi, tetapi harus hadir penuh hingga ke tahap distribusi dan konsumsi.
Dia pun mendesak agar pelaku industri AMDK meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kesehatan publik.
Sementara, pemerintah diminta memperkuat regulasi, transparansi data serta sanksi tegas bagi pelanggaran.
“Industri boleh tumbuh, tetapi keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak boleh dikorbankan. Di sini lah negara harus berdiri tegas,” kata dia.

