Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, menyebut kerja sama dengan Brasil menawarkan potensi strategis luar biasa bagi Indonesia.
Pasalnya, Brasil memiliki kekuatan ekonomi terbesar di Amerika Latin dengan PDB mencapai US$2,17 triliun.
Terlebih, nilai perdagangan Indonesia-Brasil tahun 2024 mencapai USD 6,8 miliar, namun masih didominasi impor Indonesia seperti daging sapi (USD1,5 miliar), kedelai, dan gula. Sedangkan ekspor andalan Indonesia ke Brasil antara lain minyak kelapa sawit (USD1,2 miliar), karet, tekstil, elektronik, dan alas kaki.
Hal itu ia sampaikan merespons keberhasilan diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dapat menarik investasi besar dari Brasil, dalam pertemuan kenegaraan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
“Peluang perluasan sangat besar, terutama melalui hilirisasi produk pertanian dan peternakan Brasil di Indonesia untuk diekspor ke kawasan Asia-Pasifik, serta peningkatan ekspor produk manufaktur dan digital Indonesia,” kata Amin, dalam keterangan persnya, Senin, 14 Juli 2025.
Adapun, kata Amin, jenis investasi yang dinilai paling tepat dan strategis, yakni pertama, investasi di bidang agribisnis terintegrasi, seperti peternakan sapi/unggas modern dan pabrik pakan ternak berbasis kedelai lokal, yang akan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kedua, pengembangan biofuel dan energi terbarukan, termasuk ethanol berbasis tebu atau pati serta teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, yang sejalan dengan transisi energi Indonesia.
“Investasi Brasil juga ideal untuk mendorong hilirisasi industry serta pintu masuk bagi transfer teknologi, perluasan akses pasar global, dan penciptaan rantai pasok baru yang berdaya saing,” katanya menambahkan.