Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen
  • BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa
  • Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025
  • Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini
  • Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman
  • Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan
  • Pimpinan DPR Prihatin Atas Insiden Kecelakaan KRL di Bekasi
  • DPR Soroti Wacana Pemerintah Tutup Program Studi di Perguruan Tinggi
Rabu, Mei 13
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Kendala Akses Bikin Pelabuhan Kijing Belum Beroperasi Optimal

Kendala Akses Bikin Pelabuhan Kijing Belum Beroperasi Optimal

redaksiBy redaksi21 Juni 2024Updated:4 Juli 2024 DPR Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat masih belum beroperasi secara optimal lantaran belum adanya akses jalan yang memadai. 

Padahal pelabuhan yang diresmikan sejak 2022 tersebut digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan, sekaligus masuk dalam jajaran pelabuhan terbesar di tanah air.

“Menurut Pelindo tadi, ini sudah siap baik untuk curah kering, kemudian curah basah kemudian juga untuk peti kemas sudah siap semua. Memang kendala seperti yang kita bahas tadi soal akses, jalan akses menuju ke pelabuhan ini. Sehingga masih dibatasi untuk sementara peti kemas tidak di sini karena keterbatasan lebar jalan ke dan keluar dari Pelabuhan ini ya,” jelas Ketua Komisi V DPR RI Lasarus di tengah peninjauan ke Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat pada Kamis (20/6/2024).

Ia mendorong Pemerintah untuk segera turun tangan agar pelabuhan tersebut dapat segera beroperasi secara penuh. Dalam rapat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di kawasan Pelabuhan Kijing, sempat disinggung mengenai upaya pelebaran jalan dan wacana pembangunan jalan tol sebagai akses menuju dan dari pelabuhan.

“Kalau persoalan jalan ini belum selesai. Apakah bikin jalan tol atau kita bikin jalannya sudah ada nih diperlebar menjadi sekian jalur pilihannya ada di pemerintah silakan saja. Yang penting sekarang persoalan jalan menuju ke pelabuhan ini segera kita selesaikan,” kata politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut usai rapat dengan PT Pelindo, Kementerian Perhubungan dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Selain diproyeksikan menjadi hub bagi lalu lintas barang di Kalimantan, kawasan ini juga disiapkan untuk menjadi kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. Saat ini, Pupuk Saraswati menjadi salah satu perusahaan yang telah mendirikan pabrik di kawasan tersebut.

“Tadi disampaikan kepada kami dari 200 hektar lahan yang sudah disiapkan tinggal 60 hektar yang eksisting, berarti ada 140 hektar itu sudah disewa oleh pihak investor. Berarti (ada) daya tarik (bagi) investor untuk menanamkan investasinya di sini. Nanti mereka berproduksi di sini kemudian barangnya bisa dikirim ke seluruh dunia,” jelas Lasarus.

Untuk itu, legislator Dapil Kalimantan Barat II ini berharap adanya langkah konkret pemerintah untuk segera membangun akses jalan Pelabuhan Internasional Kijing. Adapun pelabuhan ini digadang akan menggantikan peran Pelabuhan Dwikora, Pontianak yang memiliki keterbatasan lahan. 

“Kita berharap kelengkapan dari pelabuhan ini yaitu soal Jalan akses tadi itu perlu negara hadir di sana untuk mempercepat jalan aksesnya bisa diselesai,” tutup Lasarus.

Berdasarkan laporan pandangan mata, perjalanan dari Kota Pontianak ke Pelabuhan Kijing melalui rute Pantai Utara Kalbar masih didominasi oleh jalan satu lajur untuk masing-masih jalur.

Kementerian PUPR melalui dukungan Konektivitas Jalan Nasional telah mengupayakan pelebaran Jalan Nasional menjadi Standar Jalan Nasional dari semula Lebar Jalan 6,00 m menjadi Lebar Jalan 7,50 m di sejumlah ruas seperti Kota Mempawah – Sei Pinyuh dan Jalan Sei Duri – Bts. Kota Mempawah. Selain itu dilakukan juga pekerjaan pembangunan relokasi jalan nasional ruas Sei Duri – Mempawah sepanjang 5,2 km.

Pelabuhan Internasional Kijing berada sekitar 94 km barat laut Pelabuhan Dwikora di Kota Pontianak. Dibangun di tepi Selat Karimata dan berdekatan dengan Singapura, Selat Malaka, dan Laut Cina Selatan, pelabuhan ini dianggap memiliki posisi yang lebih strategis dibanding pelabuhan lama yang mengandalkan jalur sungai.

DPR
redaksi

Keep Reading

Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini

Sambangi Gudang Bulog Cilacap, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Masyarakat Aman

Komisi X DPR Desak Dosen PTN di Daycare DIY Dinonaktifkan

Pimpinan DPR Prihatin Atas Insiden Kecelakaan KRL di Bekasi

DPR Soroti Wacana Pemerintah Tutup Program Studi di Perguruan Tinggi

Penguatan Ketahanan Pangan Jadi Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi

Berita Terkini

Beli Tiket Konser Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20 Persen

12 Mei 2026

BNI, KIP, dan IPB Kolaborasi Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Mahasiswa

11 Mei 2026

Strategi Berbasis Data Antarkan BNI Raih Pengakuan Internasional di LinkedIn Talent Awards 2025

11 Mei 2026

Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di Hari Kartini

11 Mei 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?