Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur

10 Maret 2026

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

9 Maret 2026

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

9 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur
  • Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
  • Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat
  • Gobel: Sistem Ketahanan Energi Perlu Diperkuat
  • Penegakan Hukum Tak Boleh Bergantung pada Kasus Viral
  • PT TASPEN Sukses Cairkan THR Pensiun 2026 Hingga 97 Persen Penerima
  • RUU PPRT Akan Mewajibkan Penyalur ART Punya Legitimasi
  • Abdul Fikri Minta Pemerintah Utamakan Penyediaan Ekosistem Riset Bagi Penerima LPDP
Minggu, Maret 29
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Megawati Ungkap Alasan Kenapa Disuruh Presiden Jokowi Urus BPIP

Megawati Ungkap Alasan Kenapa Disuruh Presiden Jokowi Urus BPIP

redaksiBy redaksi19 Maret 2023 Nasional Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengajarkan para kepala desa untuk tepat bersikap menjawab Salam Pancasila.

Dia mengajarkan itu ketika memberikan sambutan dalam acara Peringatan Tahun Kesembilan UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, Minggu, 19 Maret 2023.

Awalnya, Megawati bercerita bahwa alasan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menunjuk wanita kelahiran Yogyakarta itu mengurusi BPIP karena sosok yang Pancasilais.

“Kenapa beliau menyuruh saya? Sebab, beliau yakin kalau saya dari sisi ideologis itu Pancasilais,” kata Megawati dalam pidatonya di lokasi acara.

Presiden kelima RI itu kemudian bertanya kepada peserta yang hadir di acara Peringatan Tahun Kesembilan UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, apakah mereka meresapi Pancasila dalam hati masing-masing.

“Pertanyaan saya, yang kumpul di sini sebagai desa bersatu, orang-orangnya itu Pancasilais apa tidak,” tanya Megawati.

Namun, pertanyaan itu tidak dijawab serentak oleh peserta acara yang mayoritas berstatus kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kok, kayanya suaranya ragu-ragu, ya. Berarti masih ada yang belum masuk ke hati kalau kalian Pancasilais,” kata Megawati.

Wanita yang juga berstatus Ketum PDI Perjuangan itu kemudian mencoba menanamkan Pancasila di hati peserta dengan mengajarkan Salam Pancasila.
Dia kemudian mengangkat tangan kanan menyebut Salam Pancasila dan meminta peserta acara bisa menjawab hal yang sama.

“Saya mohon mereka (peserta acara, red) yang duduk kalau saya teriak Salam Pancasila, bersedia tidak satu menit juga, untuk berdiri dan mengatakan Salam Pancasila,” kata Megawati.

Dia kemudian memekikkan Salam Pancasila, tetapi para peserta acara Peringatan Tahun Kesembilan UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa tidak merespons dengan kompak.

“Masih banyak yang kaget. Itu yang sebelah sana tidak mau berdiri. Jadi, kalian kurang Pancasilais, loh. Iya, loh. Itu saya lihat, loh. Lagi, ya. Tolong yang semangat, dong. Katanya sudah makan,” katanya.

Megawati kemudian kembali memekikkan Salam Pancasila dan peserta acara kali ini menjawab dengan keras serta tepat. 

Setelah mengajarkan Salam Pancasila, Megawati mengatakan bahwa perjuangan memerdekakan Indonesia sebenarnya berawal dari desa.

“Perjuangan itu datangnya dari orang-orang yang berada di desa. Itu bener, loh. Kalau tidak percaya, cari di buku sejarah. Jadi, nenek moyang kita itu dengan tanpa persenjataan, mereka merasa sudah tiba waktunya kita harus mengikis menghilangkan yang namanya penjajahan,” katanya.

Menurut Megawati, perjuangan para pendahulu untuk memerdekakan Indonesia kini bisa dilanjutkan dengan menjaga persatuan antara para warga desa.

Dia kemudian mengatakan bahwa persatuan bisa dilakukan melalui berembuk dalam menyelesaikan perbedaan. Sebab, hal itu menjadi cara yang diajarkan Pancasila.

“Jadi, kalau desa bersatu, saya setuju. Tolong dipikirkan, kalian berembuk, itu kearifan lokal, itu namanya kearifan lokal, itu namanya gotong royong, itu namanya Pancasila, yaitu musyawarah untuk mufakat. Pertanyaannya apakah itu masih dijalankan kalian? Jangan bohong, ya, karena itu kekuatan desa, Kalau enggak ada lagi hal itu, kalian akan dijadikan seperti wayang,” ujarnya.

Setelah itu, Megawati turut berpesan kepada para kepala desa terpilih bisa memerhatikan nasib rakyat di daerah apabila sudah terpilih.

“Ini yang harus benar, kepala desa kalau terpilih itu benar harus mengurusi rakyatnya, loh,” ungkapnya.

Megawati Soekarnoputri
redaksi

Keep Reading

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kiprah Cemerlang Hans Patuwo Membawanya Ditinjuk Jadi CEO Baru GoTo

Gerakan #Warga Peduli Warga” Sosialisasi Pencapaian Program Presiden

KPI: Para Lembaga Penyiaran Sukses Merawat Semangat Kemerdekaan RI

Ray Zulham Farras Buka Jalan Tinju Indonesia ke Olimpiade 2028

Menkop Budi Arie Yakin 80 Ribu Kopdes Merah Putih Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkini

ABK Fadil Ramadhan Tak Divonis Hukuman Mati, Habibirokhman Bersyukur

10 Maret 2026

Ekonomi Tumbuh 6,76%, Batam Sukses Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

9 Maret 2026

Status Siaga 1 TNI Bukti Negara Siap Lindungi Masyarakat

9 Maret 2026

Gobel: Sistem Ketahanan Energi Perlu Diperkuat

8 Maret 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?