Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia
  • DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat
  • BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
Kamis, Agustus 20
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Komisi VI DPR Tinjau Progres SPBE Perum Peruri

Komisi VI DPR Tinjau Progres SPBE Perum Peruri

redaksiBy redaksi20 September 2024Updated:28 September 2024 DPR Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi VI DPR RI melakukan peninjauan progres Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ke Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) di Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi VI DPR, Harris Turino, menyampaikan Komisi VI berfokus pada sejumlah hal, yaitu kinerja yang dilakukan Perum Peruri selama ini, kasus-kasus terkait seperti maraknya kegagalan pembubuhan materai elektronik (e-materai) pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), hingga penugasan terkait SPBE.

“Di sini masalahnya cukup krusial karena anggarannya belum tersedia. Tetapi, Peruri sudah diminta dulu untuk menyelesaikan banyak hal terkait dengan kebutuhan satu data Indonesia di 11 Kementerian dan Lembaga. Padahal anggarannya di Kementerian dan Lembaga belum ada, sehingga Kementerian dan Lembaga belum bisa menerbitkan kontraknya, sementara atas nama percepatan, Peruri harus bekerja terlebih dahulu,” papar Harris kepada Parlementaria usai Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VI DPR ke Peruri di Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024).

Harris mempertanyakan hal tersebut, terutama terkait pihak yang akan bertanggung jawab dalam melakukan pembayaran dan besaran anggaran yang akan dikeluarkan oleh Peruri.

Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan bahwa penugasan-penugasan seperti yang diberikan kepada Peruri tersebut, seharusnya sudah dari awal dianggarkan.

“Dan tentu saja, Satu Data Indonesia bukan hanya tentang data, tetapi kedaulatan negara. Ini adalah hal yang sangat krusial, karena pihak yang menguasai data adalah pihak yang menguasai negara. Ini harus ditata sebaik-baiknya,” jelas Harris.

Terkait dengan SPBE, Harris melanjutkan, harus dilakukan melalui lintas Kementerian dan Lembaga. Hal tersebut harus dilakukan oleh jajaran yang lebih tinggi, yaitu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Negara Koordinator (Menko).

“Harapan kami, di pemerintahan mendatang, hal ini perlu dituntaskan dan ditata dari awal, sehingga semuanya berjalan sesuai dengan rel yang ada,” ujar Harris.

Dalam menghadapi SPBE, Harris mengatakan Indonesia sebenarnya sudah mampu menuju transformasi digitalisasi. Hanya saja, Indonesia harus memfokuskan pada terwujudnya satu data Indonesia yang terintegrasi.

“Mau tidak mau, kita harus siap. Persoalannya, siapa yang akan diberikan penugasan untuk melakukan hal tersebut, dengan pendanaan yang jelas dari negara yang tujuannya mempertahankan kedaulatan negara, bukan hanya semata urusan data,” tutup Harris.

DPR
redaksi

Keep Reading

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Berita Terkini

Menuju 70 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Indonesia

17 Agustus 2026

DPR Minta Penanganan Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Tanggap Darurat

16 Agustus 2026

BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

16 Agustus 2026

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?