Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Sabtu, Agustus 15
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » Mahyudin Gagas Pembangunan Kaltim Yang Menyeluruh dan Sinkron Dengan IKN

Mahyudin Gagas Pembangunan Kaltim Yang Menyeluruh dan Sinkron Dengan IKN

redaksiBy redaksi5 April 2024Updated:8 April 2024 DPD Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin akan menerapkan strategi pembangunan  secara menyeluruh sekaligus sinkron dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, jika terpilih menjadi gubernur Kaltim pada Pilkada 2024 mendatang. Menurutnya, pembangunan di Kaltim harus menyeluruh sekaligus sinkron dengan kemajuan pembangunan IKN yang berlokasi di wilayah Kaltim.

“Misalnya kondisi saat ini di Kota Balikpapan yang sudah ramai dan macetnya banyak ruas jalan, akibat banyaknya pendatang. Tentu akan tambah macet lagi jika ada migras besar-besaran penduduk ke IKN yang diperkirakan sekitar 4 juta orang,” katanya, saat menggelar buka puasa bersama tokoh masyarakat Kaltim, di Paser, Kamis (4/4/2024).

Dari masalah kemacetan di Kota Balikpapan itu saja, menurutnya mengindikasikan bahwa Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN perlu mempersiapkan diri dengan pembangunan yang tersinkronisasi dengan dinamika pembangunan IKN.

“Bisa dibayangkan jika tidak dipersiapkan dengan baik infrastruktur dan pelayanan trasportasi publiknya, maka pembangunan  daerah penyangganya akan jomplang sekali, dengan pembangunan IKN,” katanya.

Mahyudin juga memandang urgensinya pembangunan jalan bebas hambatan untuk menghubungkan antar kota/kabupaten di Kaltim, misalnya jalan bebas hambatan dari Sangata sampai Samarinda.

“Di tempat lain seperti Paser, agar cepat berlembang maka tidak ada pilihan mungkin perlu dibangun jembatan atau mungkin kanal bawah laut yang menghubungkan Balikpapan-Penajam. Karena transportasi kapal ferry selama ini tidak lagi efektif,” katanya.

Selain itu, Mahyudin bertekad menjalankan industrialisasi di Kaltim. Seperti membangun beberapa kawasan industri, seperti dari Maloy batota sampai Paser. Sehingga tambahnya, Kaltim ke depan tidak lagi bertumpu hanya pada galian dan tambang.

“Kalau tidak diniatkan nanti kita akan terus bertumpu pada galian dan tambang yang saat ini sudah mencapai 55 persen dari PDRB Kaltim. Padahal, 10 sampai 15 tahun tambang batu bara audah selesai. Ditambah lagi industrialisasi akan lebih banyak menyerap angka pengangguran di Kaltim yang relatif tinggi,” katanya.

Menurut senator asal Kaltim ini, industrialisasi sudah menjadi keharusan. Melalui pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Kaltim seperti sawit, dengan membangun industrialisasi turunanya.

“Tidak boleh lagi olahan sawit seperti CPO itu keluar dari Kaltim. Sehingga downstreamnya seperti pabrik minyak goreng, sabun, margarin, dan sebagainya bisa diolah di Kaltim, agar memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah dan membuk lapangan kerja,” katanya.

Pembangunan menyeluruh dan sinkron di Kaltim, menurut Mahyudin juga harus menyentuh sektor sumber daya manusia. Dimana menurutnya berdasarkan data jumlah penduduk jenjang pendidikan S2 dan S3 di Kaltim tidak sampai satu persen.

“Kaltim harus mendorong tingkat pendidikan, agar SDM berdaya saing. Sehingga keberadaan IKN tidak menjadi bencana dengan tersingkirnya penduduk asli dari pendatang yang diperkirakan akan banyak bermigrasi ke wilayah Kaltim,” pungkasnya.

DPD RI DPR Indonesia
redaksi

Keep Reading

BGN Harus Maksimalkan Penyerapan Hasil Petani dan UMKM untuk MBG

Komisi I DPR Serahkan DIM RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Pemerintah

Ketua DPR Sampaikan Simpati Atas Bencana Gempa Dahsyat di Tiga Negara

Banyak Manajer Kopdem Meninggal, DPR Soroti Kegagalan Deteksi Kesehatan Peserta SPPI

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Oleh Soleh: Ini Masalah Serius

Tiga Peserta SPPI KDMP Meninggal, Komisi I DPR Minta Evaluasi

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?